Nadira
Bunda mengangguk, "satu ... Du--"
"Berisik ih, Dira masih ngantuk."
Bunda mengerjap dengan mulut masih terbuka, Gibran masih dalam posisi hendak mendobrak.
Di depan mereka, di depan pintu yang baru saja terbuka. Nadira berdiri, masih dengan muka bantal, mata setengah tertutup, rambut bak singa, dan iler di sudut bibirnya.
Tersadar dari acara melongonya, bunda berkacak pinggang, menatap sekilas jam di pergelangan tangan.
인기 회차