I'm Sorry Laras
“Aku ingat wajahnya. Itu Ayah, Damar. Aku gak akan salahorangl. Ayo, turun sama Kakak, kita lihat lebih dekat.”
Dika masih terdiam, wajahnya penuh kebingungan, namun ia tidak bisa menolak ajakan kakaknya. Indira membuka pintu mobilnya dengan cepat, lalu melangkah keluar, diikuti oleh Dika yang turun dengan langkah ragu. Mereka berdua berdiri di samping mobil, memandang laki-laki paruh baya itu dari kejauhan. Doni tampak kesal, mengangguk-angguk dengan malas sambil mendengarkan apa yang dikatakan oleh laki-laki itu, sebelum akhirnya berbalik dan masuk ke dalam gerbang sekolah.
Bab Populer