Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Rumah Tengah Hutan

Rumah Tengah Hutan

Tak terbayangkan datangnya kemari Dia lari lalu berhenti Memegang tangan merenggut hati Oh, sudikah sekiranya kau datang Atau, aku saja yang mendatangimu Katakan ‘iya’ saat ini padaku Aku akan mengejarmu Satu langkah aku menujumu Dua langkah kau menjauhiku Sepuluh langkah aku memandangmu Seratus paku kau tancapkan di hatiku Tega, kau benar sungguh tega Dengan apa aku harus mengejarmu? Bisakah kau berhenti sejenak Napasku sudah tak lagi sempurna Telah aku abdikan untukmu Oh, Malang adalah cerita hedupku “Selesai!” kata Mei setelah rampung menulis. “Aku tidak paham sama sekali.” “Masak? Padahal itu paling sederhana!”
8.99.7K viewsCompletedAdded to Library 271 Times as penulisan setengah
Read
+Library
PEMBALASAN DEWA MAUT

PEMBALASAN DEWA MAUT

Di sekelilingnya, hiruk pikuk pembangunan berlanjut: suara pahatan batu yang berdenting, seruan para pekerja, dan dentuman palu. Suara-suara kehidupan. Ia mulai menuliskan kalimat-kalimat yang ia dan Ki Lunggana diskusikan berhari-hari. Kalimat pertama tentang Keseimbangan. Kalimat kedua tentang Kerelaan untuk Berbagi Ilmu. Kalimat ketiga tentang Penerimaan Kelemahan. Ia bekerja selama hampir dua jam dalam keheningan yang terpusat. Setelah selesai, ia berdiri. "Piagamnya sudah selesai."
102.8K viewsCompletedAdded to Library 73 Times as penulisan setengah
Read
+Library
SACRIFICE : THE LADY

SACRIFICE : THE LADY

Jadi tidak perlu khawatir mengenai alur ceritanya. Seperti sebutan untuk kaum hasil perkawinan Bangsa Kahyangan dengan Bangsa Manusia yang tadinya disebut Half-Vier, sekarang author ganti menjadi Half-Angel. Saran dan masukan sangat author terima ya^^ Semoga bermanfaat^^ Jika ada pertanyaan ataupun apapun, kalian bisa memberitahu author melalui kolom komentar ataupun kolom ulasan yang tersedia. Terima kasih banyak author ucapkan, sampai jumpa^^
9.96.9K viewsOngoingAdded to Library 213 Times as penulisan setengah
Read
+Library
Samaran Terakhir

Samaran Terakhir

Mira melemparkan halaman sobek yang telah ia amankan. Satu kata besar tercetak di tengahnya: RE:WRITER Lena mengusap halaman itu perlahan. “Aku mengenali pola penulisan ini. Fragmented. Tidak selesai. Gaya narasinya seperti... milikmu, Adrian. Tapi dari masa depan.” Adrian mematung. Suara gema dari dimensi lain terdengar gagap, tumpang tindih, penuh noise. Namun satu pesan menembus semuanya:
1.8K viewsCompletedAdded to Library 47 Times as penulisan setengah
Read
+Library
DI PEMBERHENTIAN TERAKHIR

DI PEMBERHENTIAN TERAKHIR

“Udah selesai belum?” “Belum.” “Lama amat sih?” “Sabar napa, yang pentingkan Gw ketik.” Jam setengah dua belas. “Mana makalah Gw?” “Belum selesai.” “Lo tidur apa ngetik sih?” tanpa permisi aku menerobos kamarnya. “Lo jangan dikit-dikit nanya dong.” “Makanya Lo ngetiknya di luar, jangan di dalam.”
8.1K viewsCompletedAdded to Library 267 Times as penulisan setengah
Read
+Library
Sentuhan Panas Editorku

Sentuhan Panas Editorku

Suara denting porselen yang beradu itu terdengar sangat keras di telinga Meysa, seperti sangkakala kematian bagi kariernya. "Bab 15?" ulang Pak Adam dengan nada tidak percaya, ada kerutan dalam di dahinya. "Tiga minggu hanya untuk 15 bab? Meysa, kamu adalah penulis unggulan kami di PenaKata. Biasanya kamu bisa menulis cepat tanpa kehilangan kualitas. Kenapa sekarang lama sekali? Kenapa performamu turun drastis begitu?"
108.3K viewsCompletedAdded to Library 166 Times as penulisan setengah
Read
+Library
Suamiku Bukan yang Kukira

Suamiku Bukan yang Kukira

Tapi kalimat berikutnya membuat tawa itu membeku: “Lemari dibuka dengan menulis kalimat pembuka yang sama tiga kali, dipisah dengan satu spasi kosong di antaranya, lalu disusul satu kalimat yang berhenti di Tengah, dan tidak kau lanjutkan.” Kalimat pembuka? Kalimat apa? Aku menatap kembali esai lamaku. Kalimat pertamanya: “Hujan tidak pernah benar-benar turun pada waktu yang kita minta.” Aku menyalin kalimat itu ke dokumen kosong. Kutulis tiga kali, memisah tiapnya dengan satu baris kosong. Lalu “satu kalimat yang berhenti di tengah”. Aku mengetik: “Kalau aku menunggu di ujung gang, mungkin kamu akan” dan berhenti. Kutahan jariku. Tidak ada yang terjadi. Hanya kursor berkedip-kedip, seperti
755 viewsOngoingAdded to Library 18 Times as penulisan setengah
Read
+Library
Andyp

Andyp

Mau makan tapi mau tidur ribet jadinya hehe. Updatenya lambat, karena aku nyobain nulis 2rb kata sebelumnya cuman mampu 1rb kata aja. Menantang sih. 12:09 siang. See you-,
103.0K viewsOngoingAdded to Library 108 Times as penulisan setengah
Read
+Library
Passed By You!!!

Passed By You!!!

“50% dari 100 halaman adalah 50 halaman. Jadi, itu sama saja.” “Tentu, hitunganmu sangat tepat.” “Lalu masalahnya apa?” Dareen menarik napas. “Kalimatku adalah 50% penyelesaian. Artinya yah memang minimal 50 halaman full. Dan juga benar-benar dalam 50 halaman itu terselesaikan. Dari, segi penulisan pun ternilai. Sementara kau hanya menyalin begitu saja. Tugas mu begitu berantakan. Selain itu, halaman terakhirmu tidak sampai habis yang artinya itu tidak termasuk 50 persen penyelesaian.”
108.6K viewsOn holdAdded to Library 180 Times as penulisan setengah
Show Reviews (29)
Read
+Library
Key Nara
pertama lihat blurb, penempatan katanya mantul. Narasi yang digunakan penulis juga gak bikin pembaca bosan. Konflik utama sepertinya bakal belibet, ini yang jadi daya tarik terbesar sepeetinya. Semangat teruss, kak. lanjutttt......
Sheillya Pradina
Thank's kk yg udah baca smpai udah 1k aja nih wkwkwk, kmrin juga sempat masuk di pilihan editor. ~untuk mendukung cerita ini beri rating nya dong kakak² biar bisa semakin semangat updatenya. Dan dukung cerita ini yahh dengan cara memberi vote...️...️...️
Read All Reviews
Dream first class

Dream first class

Dengan raut polos. “Aku orang yang menggebu-gebu di awal, tapi setelah di tengah jalan … ceritaku nggak selesai. Terus kalau mau ubah haluan buat nulis genre yang lain kayak puisi atau cerpen, ternyata itu lebih susah.” “Kalau untuk saat ini, project nulis yang lagi kamu kerjakan, apa?” “Novel. Sudah hampir empat tahun nggak selesai-selesai.”
102.8K viewsCompletedAdded to Library 55 Times as penulisan setengah
Read
+Library
PREV
123456
...
9

Frequently Asked Questions

Struktur teks eksposisi yang benar itu seperti membangun rumah—dimulai dari fondasi sampai atap. Pertama, kamu perlu pendahuluan yang kuat sebagai 'pintu masuk' untuk menarik perhatian pembaca. Bagian ini berisi latar belakang atau fakta menarik yang memicu rasa penasaran. Misalnya, kalau bahas dampak media sosial, bisa dibuka dengan statistik pengguna atau kasus viral terkini.

Lalu, tubuh teks adalah 'ruang tamu' tempat argumen dijelaskan. Ini bagian inti di mana kamu sajikan data, contoh, atau analisis logis. Setiap paragraf sebaiknya fokus pada satu poin utama, didukung bukti konkret. Jangan lupa transisi antarparagraf agar alurnya mulus. Terakhir, kesimpulan berfungsi seperti 'pintu keluar'—ringkas ide utama dan berikan penekanan atau saran tindak lanjut. Struktur ini fleksibel; bisa ditambah counterargument jika perlu, tapi tetap harus rapi dan mudah diikuti.

SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status