Tawanan Cinta Mafia Tampan
tanya Richardo, yang tengah menikmati kopi di sebuah caffe, bersama Arnold.
Arnold terkekeh seraya menggeleng. “Entahlah, Ndan! Saya nggak tega. Mereka terlalu kecil.”
“Loh, katanya kau suka yang rapet-rapet, toh?” bisik Richardo, disusul gelak tawa darinya.
“Tapi nggak anak kecil juga, Ndan!” sahut Arnold berbisik juga.
“Yasudah. Kamu juga nggak mesti harus seperti itu kalau mau pesan fallin angel. Cukup minta temani ngobrol juga bisa, toh?’
Hot Chapters