Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
My First love

My First love

Sore itu disebuah kafe Royal yang berada di sudut kota Rotterdam, entah kenapa Nata tertarik untuk kesana setelah melihat di situs kafe-kafe apa saja yang ada dikota Rotterdam. Kebetulan kafe ini juga tidak terlalu jauh dari apartemen tempat ia tinggal. Dan dia sengaja memilih tempat ini. Nata baru saja menyeruput capuccino drink ala Belanda di kafe itu sambil membaca kembali novel laga yang baru saja dikirim Maya melalui Watts up nya.
108.9K viewsOngoingAdded to Library 301 Times as nota cafe
Read
+Library
Sahabatku Perebut Suamiku

Sahabatku Perebut Suamiku

Desya berjalan menuju Caffe Latte yang tak jauh dari tempatnya duduk tadi. Desya masuk ke dalam Kafe itu dan memesan minuman. “Satu Es Matcha Latte Kak,” ucapnya, “Baik Kak, oh ya kak barusan kakak beli satu Matcha Latte juga ya?” “Benar kak,” “Nah kebetulan kami sedang ada promo kak. Satu orang yang beli dua Matcha Latte akan dapat free Cappucinno Latte nya kakak.” “Tapi struknya terpisah kan?”
1010.7K viewsOngoingAdded to Library 406 Times as nota cafe
Read
+Library
Kenikmatan Terlarang Keponakan Suami

Kenikmatan Terlarang Keponakan Suami

Padahal Gatra tidak pernah lagi mengusik mereka berdua. *** Tania tersenyum senang. Saat ini ia sedang berdiri di depan cafe yang ia beri nama Tamara Latte. Tamara diadaptasi dari nama tengahnya, sedangkan Latte adalah salah satu varian perkopian. Tidak hanya menjual kopi-kopian, namun Tania juga menyediakan aneka cemilan yang lebih didominasi oleh aneka pastry, serta berbagai jenis minuman. Saat ini Tania mengelolanya sendiri. Meski ada Claudia, namun statusnya hanya bantu-bantu. Tania merekrut seorang barista yang lebih mengerti tentang perkopian serta seorang pekerja lagi khusus untuk mengelola makanan.
10170.1K viewsCompletedAdded to Library 5.8K Times as nota cafe
Read
+Library
Sweet Coffee

Sweet Coffee

ucapku lalu mengembalikan buku menu pada pelayan. Pelayan tersebut mencatat pesananku sembari menerimanya kembali buku dariku, “pesanan Anda akan segera siap, Nona.” Pelayan tersebut melangkah menjauh dariku menuju ke dapur. Aku pun hanya perlu duduk santai menikmati suasana di sekitarku sembari menunggu pesananku siap. Pukul 10 pagi memang waktu yang pas untuk menikmati kafe ini, tidak ramai dan juga tidak sepi. Ada yang mengatakan jika pemilik kafe ini tidak pernah mengunjungi kafenya sendiri, bahkan hanya ada beberapa karyawan yang tahu mengenai pemilik kafe. Sisanya mereka hanya mendengarnya dari rumor.
2.9K viewsOngoingAdded to Library 75 Times as nota cafe
Read
+Library
Rahasia Gelap Kekasihku

Rahasia Gelap Kekasihku

Kedai yang dulu kecil, kini dirombak menjadi sebuah cafe dengan dua lantai dan interior yang menyesuaikan dengan selera segala usia. Tania menempatkan kopi yang diracik khusus oleh Daniel sebagai menu andalan cafe, dan pie apel khas Athena sebagai menu utama. Meskipun begitu, mereka tetap menyediakan jenis minuman lain yang berbahan dasar kopi, juga menyediakan susu, teh, dan coklat bagi yang tidak suka meminum kopi. Tania juga menyediakan menu lain yang disukai oleh anak muda.
103.7K viewsCompletedAdded to Library 114 Times as nota cafe
Read
+Library
Tawanan Kastil Putih

Tawanan Kastil Putih

Bicara soal Tuan Oetomo, tiba-tiba mata Raanana menangkap sesuatu. Ini adalah kafe yang memberikan keleluasaan pada pelanggannya dengan cukup bebas, termasuk membuat kopi mereka sendiri dengan sedikit panduan barista. Selain itu, di kafe yang terletak tidak jauh dari akses jalan menuju puncak ini juga menyediakan sebuah ‘rest area’ kecil. Namun, siapa sangka bahwa Raanana akan menemukan dua sejoli yang sedang beristirahat di tempat itu yang dari wajah-wajahnya begitu sangat dia kenal.
106.3K viewsCompletedAdded to Library 169 Times as nota cafe
Read
+Library
Kafan Hitam

Kafan Hitam

ucap Pak Yayat memulai obrolan. “Pasti dia syok, Pak Yayat,” timpal Aep yang beberapa kali menelan ludah karena ingin mencicipi kopi. Ia merasa segan untuk menyeruputnya di saat seperti ini, apalagi kedua pria paruh baya di dekatnya tidak ada yang menyentuh minuman itu.
9.774.9K viewsCompletedAdded to Library 1.6K Times as nota cafe
Read
+Library
Tawanan Cinta Mafia Tampan

Tawanan Cinta Mafia Tampan

tanya Richardo, yang tengah menikmati kopi di sebuah caffe, bersama Arnold. Arnold terkekeh seraya menggeleng. “Entahlah, Ndan! Saya nggak tega. Mereka terlalu kecil.” “Loh, katanya kau suka yang rapet-rapet, toh?” bisik Richardo, disusul gelak tawa darinya. “Tapi nggak anak kecil juga, Ndan!” sahut Arnold berbisik juga. “Yasudah. Kamu juga nggak mesti harus seperti itu kalau mau pesan fallin angel. Cukup minta temani ngobrol juga bisa, toh?’
5.4K viewsOngoingAdded to Library 139 Times as nota cafe
Read
+Library
Merelakan Suami Bersama Mantan Kekasihnya

Merelakan Suami Bersama Mantan Kekasihnya

Dengan mengepalkan tinju di bangkit. Mira memutuskan untuk keluar rumah dan mengunjungi cafe kecilnya di tengah keramaian kota Jakarta. Sebuah Cafe yang ia khususkan untuk anak muda dengan mengusung tema anak zaman sekarang. Mira membangun cafe itu dengan modal sendiri dan meskipun sudah ramai, ia tetap tak merubah apa pun yang ada di Cafenya. Mira tetap menawarkan harga yang bisa di jangkau oleh semua kalangan, ia tak pernah mematok harga tinggi untuk semua menunya.
10112.4K viewsCompletedAdded to Library 4.4K Times as nota cafe
Show Reviews (61)
Read
+Library
Pai Jah
setiap x saya mau membaca sebuah cerita, akan saya pastikan kalo setiap bab memiliki judul, semenarik apa pun sebuah cerita tanpa judul di part partnya , akan terasa malas sebelum membacanya, untuk author tolong di terima saran dn masukan saya, terimakasih.
FitrianiYuriKwon
Hoh ayolah Mira. jangan mau bodoh, kamu udah nemanin dia dari nol. Tapi sekali sukses dia malah balikan sama mantannya. Apalagi kalau mertua dah ikut campur, susah tuh di perbaiki... Aku berharap Mira pergi meninggalkan Alan, dan di pertemukan dengan lelaki baik nantinya.
Read All Reviews
Menikahi Adik Musuh

Menikahi Adik Musuh

Dania menatap bangunan dua lantai dengan desain mural yang memenuhi seluruh dinding gelapnya dan menyajikan kopi sebagai produk utama. Dulu, cafe ini adalah saksi bisu cintanya dan Raka. Setiap sudut cafe itu memiliki kenangannya dan Raka. Dania menoleh ke sudut tersembunyi di antara tanaman setinggi dua meter yang ditanam di pot besar di kedua sisi pintu kaca cafe. Biasanya ia akan mengintip ke dalam restoran untuk melihat lebih dulu keberadaan Raka, mengatur debar jantungnya, dan mempersiapkan diri bertatap muka dengan Raka.
109.4K viewsCompletedAdded to Library 282 Times as nota cafe
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
9
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status