Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Between Revenge and Love

Between Revenge and Love

Kedatangan Pak Leo disadari oleh pemilik cafe. “Halo, Kapten.” Max menghampiri dan menyapa Pak Leo dengan wajah sumringah. Max adalah pemilik Barry Cafe. Barry sendiri diambil dari nama belakangnya, Maximus Barry. “Halo, Max. Tumben cafemu belum ramai.” Pak Leo menyisir seluruh ruangan dan melihat bahwa hanya ada beberapa meja yang digunakan pengunjung, termasuk dirinya. Max tersenyum. Dari senyumnya itu, ia menduga kalau Pak Leo memang belum mengerti jam ramai dan jam santai di cafenya. “Masih jam 11, Kapten. Mungkin sebentar lagi, cafe ini akan penuh.”
106.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 158 kali sebagai cafe nostalgia
Baca
+Pustaka
Mendadak Dinikahi Mas Nevan

Mendadak Dinikahi Mas Nevan

Itung-itung ia bernostalgia. Ia melihat kafe yang dulu sering ia singgahi. Lalu ia masuk ke dalam memesan kopi. Setelah kopinya datang, gerimis membasahi jalanan. Jendela di kafe itu juga terlihat berembun. Ivy jadi tidak menyesal karena mampir dulu ke kafe ini dulu. Ivy menikmati kopinya sembari membalas pesan Nevan yang belum ia balas. Ia juga memotret kopi yang tinggal setengah miliknya itu untuk mengabari suaminya jika ia belum sampai rumah.
101.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai cafe nostalgia
Baca
+Pustaka
Perjalanan Patah Hati

Perjalanan Patah Hati

Tidak terkecuali tempat yang kini ia singgahi, sebuah kafe bertema industrialis di pinggiran Kemang, dengan baliho grand opening Nuansa Cafe terpampang besar di depan pagar. "Sal, sori gue masih wara-wiri." Seorang pria dengan apron hijau menghampiri mejanya. Ada tulisan Suseno di bordir bagian kiri atas. Si pemilik kafe, yang menyerahkan sepiring kentang goreng lengkap dengan saus keju. "Apaan nih? Gue kan nggak pesen." "Compliment buat pelanggan setia." Seno nyengir, alisnya naik turun. "Yang lain mana? Belum pada dateng?"
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai cafe nostalgia
Baca
+Pustaka
Janda Tanpa Malam Pertama

Janda Tanpa Malam Pertama

Tempat di mana orang-orang tidak hanya sekadar nongkrong, tapi juga merasa pulang. Dengan sisa tabungan dan pengalaman belajar bisnis dari Ayahnya, Gavya mulai merancang kafe itu. Ia memutuskan memberi nama Kafe Kenangan, dengan konsep nuansa rumah yang hangat dengan dekorasi sederhana, meja kayu, aroma kopi dan camilan, serta sudut-sudut kecil yang terasa akrab. Keesokan harinya, Gavya terkejut ketika mendengar ketukan di pintu. Ia membuka pintu, ternyata Ayah dan Ibunya datang berkunjung tanpa mengabarinya.
708 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai cafe nostalgia
Baca
+Pustaka
Cintaku Terhalang Weton

Cintaku Terhalang Weton

“Eh tapi ini aneh lho, nggak kayak soda biasanya.” Tika tersenyum, “Ini soda dari luar negeri Yu, emang kalo gak biasa agak beda rasanya. Kayaknya cafe ini sengaja pakai soda luar negeri yang bikin orang pengin minum cepet-cepet biar kalau haus bisa pesen lagi.” “Oh gitu ya, beneran ini nggak ada apa-apanya? Ntar ada campuran sianida kayak kasus yang itu lagi,” kata Ayu masih ragu.
1012.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 271 kali sebagai cafe nostalgia
Baca
+Pustaka
Rahasia Gelap Kekasihku

Rahasia Gelap Kekasihku

Kedai yang dulu kecil, kini dirombak menjadi sebuah cafe dengan dua lantai dan interior yang menyesuaikan dengan selera segala usia. Tania menempatkan kopi yang diracik khusus oleh Daniel sebagai menu andalan cafe, dan pie apel khas Athena sebagai menu utama. Meskipun begitu, mereka tetap menyediakan jenis minuman lain yang berbahan dasar kopi, juga menyediakan susu, teh, dan coklat bagi yang tidak suka meminum kopi. Tania juga menyediakan menu lain yang disukai oleh anak muda.
103.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 147 kali sebagai cafe nostalgia
Baca
+Pustaka
Jatuh Cinta Pada CEO Galak

Jatuh Cinta Pada CEO Galak

Suasana caffe yang tenang dengan dekorasi klasiknya langsung menyambut kedatangan Alex dan kedua anteknya. Mike yang baru masuk ke dalam caffe langung terkesima akan dekorasi caffe yang klasih yang diisi oleh funiture yang berbahan dasar bambu, tak ada keributan di dalam caffe yang terdengar hanya gemercik air dari kolam yang berada disisi kiri ruangan dalam caffe.
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 151 kali sebagai cafe nostalgia
Baca
+Pustaka
Hot Mother

Hot Mother

Setelah memastikan wajahnya sudah kembali normal. “Baiklah kita turun!” . . . . . Nicholas membawa Sofia duduk di salah satu sudut Coffee Shop itu. Coffee Shop yang memiliki desain minimalis serta interior kayu menambah kesan tersendiri bagi pengunjung di sana. Konsep semi bar yang ada di Coffee Shop itu membuat kenyamanan tersendiri bagi para pengunjung. Mesin espresso La Marzocco Strada tampak menghiasi bar mereka. Nicholas langsung memesan 2 gelas hot cappucino untuk mereka nikmati.
1050.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai cafe nostalgia
Tampilkan Ulasan (65)
Baca
+Pustaka
Savitri
novel ini keren banget sih kalo kata gue ya... Melihat sisi lain dari kehidupan seorang wanita yang memang seringkali tuh kompleks banget. Apalagi seorang single parent yang memang ga mudah. Nice book to read nih, guys!!
Amy_Asya
Halo, kali ini datang bawa cerita baru lagi, loh! Buat yang penasaran, kalian bisa ketik judul "30 Hari bersama Ceo Angkuh" di kolom pencarian, ya, atau bisa ketik nama pena aku. Cerita kali ini lebih fresh, dan lebih manis. Jangan lupa kasih dukungan kalian juga, ya. Aku tunggu!!
Baca Semua Ulasan
Hadiah Madu Untuk Suamiku

Hadiah Madu Untuk Suamiku

gelak tawa terdengar berbarengan dengan langkah mereka yang mulai memasuki pintu caffe. Caffe mungil bernuansa orange serta beberapa miniatur unik terpajang di setiap sudut ruangan, menjadikan suasana lebih tenang dan nyaman. Caffe Mangga, adalah caffe terenak dan terfavorit bagi Rena dan Inda. Tak jarang mereka datang hanya untuk menyeruput expresso dan matcha latte racikan pribumi berwajah Eropa di caffe itu. “Helo Nona Rina...” Sapa salah satu barista yang sudah hapal dengan Rena.
1010.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 377 kali sebagai cafe nostalgia
Baca
+Pustaka
Bilur Bulir Bertaut

Bilur Bulir Bertaut

Dia harus membalas untuk cheese cake kemarin. “Matcha latte satu,” katanya setelah melihat menu beberapa detik. Lalu ia menambahkan, sedikit lebih pelan, “Dan satu café latte.” Barista mencatat pesanannya. Saat itu Naomi melihat rak kecil di samping mesin kopi. Di sana berjajar tumbler edisi Natal berwarna merah dengan gambar rusa kecil dan salju putih di sekelilingnya. Barista mengikuti arah pandang Naomi.
872 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai cafe nostalgia
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status