Tak Ada yang Kedua
Setelah kejadian itu, Niko tak lagi mentransfer uang padaku.
Hadiah yang dia berikan pun hanya sebatas formalitas.
Aku menatapnya dan berkata, “Niko, aku sudah bilang, kau nggak berhutang apa pun padaku.”
Begitu aku selesai bicara, Niko mengepalkan bibirnya dan berkata dengan suara rendah,
“Bukan itu.”
Aku mengernyit. “Apa?”
Niko menatapku, bibirnya sedikit melengkung membentuk senyum tipis, sementara matanya dipenuhi ketulusan dan kasih sayang.
Hot Chapters