Om Duda!
"Bukan tanpa alasan saya menceritakan semua ini kepada kamu. Saya mempercayakan Disya kepada kamu. Saya harap tidak hanya sekarang, tapi selamanya kamu akan membuat Disya bahagia."
"Jangan sakiti hatinya, Disya sangat cengeng 'kan?" tanya Doni sedikit terkekeh.
Devan mengangguk pelan, dia setuju tentang pernyataan Disya adalah gadis yang cengeng. Pernah suatu malam, Devan sedang fokus dengan laptopnya merekapitulasi data, dan Disya sedang duduk di sofa, katanya menemani Devan. Saat sedang dalam suasana hening, Devan mendengar tangisan seorang perempuan. Bukan tangisan hantu, tapi tangisan Disya. Devan sampai panik saat itu, kenapa tiba-tiba Disya menangis sampai sesenggukan, dan ternyata Dis