Demi Ibu, Aku Jual Keperawanan
Tatapan takut gadis itu, jeritan kesakitan, bibirnya yang memanggil nama Alex dengan suara bergetar, dan juga de-sa-han-nya.
Dan untuk pertama kali, Alex merasa dadanya menghangat. Ada sesuatu yang aneh.
Ia membuka mata, menatap refleksi dirinya di kaca. “Dia benar-benar masih pe-ra-wan.” Gumamnya. “Dan… untuk pertama kalinya aku membuat seorang gadis itu ikut menikmatinya.”
Ia menghembuskan asap cerutunya perlahan. “Apa bener, dia berbeda dari gadis lain?”