Istri Sah Dibuang Pelakor Dibela
“Gak usah pura-pura sakit. Kalau memang istri yang baik, meskipun gak enak badan tetap bangun pagi, beresin rumah, nyiapin sarapan suami. Bukan malah enak-enakan tidur sampai siang.”
Vita mengepalkan tangannya di sisi tubuhnya, menahan gejolak di dadanya. Ingin rasanya membela diri, mengatakan bahwa selama ini dialah yang selalu mengurus rumah, bahwa baru kali ini ia benar-benar tidak sanggup. Tapi percuma, apa pun yang ia katakan pasti hanya akan dianggap alasan.
“Maaf, Bu,” hanya itu yang keluar dari bibirnya. Suaranya hampir tak terdengar, seperti sisa tenaga terakhir yang ia miliki.
Capítulos Populares