Terpaksa Menikahi Ibu Guruku
Cepat-cepat aku membekap mulut Bimo, kalau ada yang tahu bisa gawat.
“Awas lo ya kalo ember!” ancamku.
“Berarti bener, lo udah malam pertama?” Mata Bimo melotot, mulutnya menganga. Jijay!
“Bukan itu maksud gue, lo jangan ember kasih tau orang-orang kalo gue udah nikah,” jawabku mengklarifikasi.
“Lagian malam pertama apaan sih? Nggak ada malam pertama. Gue kan udah bilang, malam pertama gue, hanya buat cewek yang gue cinta.”