Satu Miliar Demi Kesenangan Maksimal
“Angel… bayi kamu di mana, Mba Iis?”
“Aku titipkan ke tempat budeku, Mas,” jawab wanita itu dengan suara parau.
“Aku… sudah tidak bisa berharap banyak lagi dari Sapto. Apalagi dia tega mentalak aku dan disaksikan tiga karyawan laki-laki di sana. Secara agama… itu sudah sah.”
Mba Iis, wanita manis lulusan SMA itu, semakin menunduk. Jemari lentiknya diremas-remas di pangkuan, seolah berusaha menyembunyikan kerapuhan yang hampir tumpah.