Kutukan Perjaka Tua
Terkadang, beliau juga mengambil telur kutu dari rambutku satu per satu.
Ah … ternyata masa kecil sangat membahagiakan. Kalau sedang ngambek sama Ayah dan Ibu, aku akan menginap di rumah Nenek yang hanya terpisahkan oleh jalan. Kekesalan karena tidak diperbolehkan pergi ke pasar malam akan menguap setelah menghitung reng sampai terlelap. Tapi, sekarang, di zaman modern seperti ini, atap akan dilapisi plafon. Tidak ada yang bisa dihitung selain kebodohan yang telah kulakukan bersama Bang Ayas.
Bodoh, Resva!