Rindu yang Membunuh
jawab Santi santai sambil membawa dokumen yang sudah disortir oleh Ayla ke kardus, “apa? Kenapa? Pertanyaanku benar semua ya? Hehehe”
Ayla gak bisa jawab, dia cuma kesal tapi gak bisa bilang apapun juga buat menyangkal.
“Haahh… dasar… asisten nyebelin.”
“Iya iya… nyebelin tapi sayang kan?” Timpal Santi sambil berjalan keluar ruangan dioring lelehan puasnya.
Di meja, sebuah pigura menarik perhatian Ayla, Ia mengambilnya perlahan, foto Reya saat bayi. Ia Duduk sejenak, tangan memegang pigura, nafas pelan tapi berat.
Hot Chapters