Cinta Yang Salah
Tapi, hati kecilku tetap merasa bersalah, dan aku ingin menebus kesalahanku, dengan menggantikan Bu Aini merawat kak Novi.
"Untuk apa kau tanyakan keadaanku? Bukannya kau malah senang melihatku lemah seperti ini! Apalagi jika aku mati, kamu pasti bahagia," tukas Kak Novi, dengan senyum pahit. Aku berjalan memutari setengah badan brankar yang ditiduri oleh kak Novi.
"Kakak, aku tak sejahat itu, maafkan atas segala kesalahanku," sahutku dan meraih tangannya. Kak Novi menarik tangannya dari genggamanku, sembari membuang pandangan.