Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Lentera Terakhir

Lentera Terakhir

Delia langsung tersenyum licik. "Ada yang punya air?" "Aku ada," balas salah satu penumpang lantas mengambil botol air mineral. Delia mencampur lipstik tersebut dengan air di tangannya, lantas mencipratkan ke beberapa jendela. Deryn tersenyum melihat tindakannya, pasangan yang cocok. Dari luar pasti terlihat bahwa gerbong 4 adalah tempat tulang-belulang. Pembunuhan bersarang.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai novel tere liye bulan
Baca
+Pustaka
SEBUAH PENGHIANATAN

SEBUAH PENGHIANATAN

Dan tekanan demi tekanan yang aku hadapai aku anggap sebagai lelucon dalam hidup yang membuat setan dalam diriku ingin tertawa terbahak- bahak. Aku merasa lucu melihat mereka semua yang merasa sok pintar dan sangat ahli dalam hal apapun, ingat di atas langit masih ada langit, jadi kesombongan yang mereka ciptakan sebenarnya adalah bala untuk dirinya masing- masing. Mungkin saat ini mereka dapat dengan muda membuat dirinya sangat puas dengan caranya sendiri untuk menjatuhkanku, tapi mereka tidak tau bahwa aku bisa saja bertindak lebih kejam dari apa yang mereka lakukan, dan itu semua ada saatnya. Ketika saatnya tiba, bahkan mereka sendiripun akan lupa dengan namanya sendiri. Maka berhati- hat
109.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 369 kali sebagai novel tere liye bulan
Baca
+Pustaka
Cintai Rembulan

Cintai Rembulan

Mungkin, malam ini Feray akan menjadi gadis yang tak lagi mampu menjaga kehormatan dalam dirinya yang berharga. “Kurang ajar! Yaa Tuhan, cabut nyawaku sekarang. Aku rela,” batin Feray. Feray yang memiliki arti cahaya rembulan bahkan malam ini tak sanggup lagi untuk sukarela berbagi cahayanya. Begitu pula dengan Jevan yang selalu mengagumi rembulan. Dirinya kecewa karena cahaya rembulan di langit sana tak mampu untuk sekadar menghiburnya hingga membuatnya memilih cahaya rembulan lain yang menghuni bumi. Ialah Feray.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai novel tere liye bulan
Baca
+Pustaka
Alkisah Bunga Teratai

Alkisah Bunga Teratai

Oleh karena itu, dia memberanikan diri lagi. Tepat saat tangannya menyentuh sampul buku, bayangan Chandra yang baru saja meraih sesuatu terjatuh di lantai bisa dilihat. Dia kemudian menaruh sesuatu itu di atas suatu tempat, posisinya persis seperti rak sebelah meja belajar jika dilihat dari sudut ruas novel. Lelaki itu kemudian keluar dari kamar Jingga membawa sebuah komik di tangan.
4.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 163 kali sebagai novel tere liye bulan
Baca
+Pustaka
Kembalinya Istri Sah sang CEO

Kembalinya Istri Sah sang CEO

“Silakan duduk, aku mau ke ruang baca dulu.” Sorot mata Terry tetap terlihat dingin dan tajam. Lelaki itu baru dilantik tidak sampai satu bulan yang lalu, anak buahnya banyak yang berulah dan berhati licik, sehingga dia tidak boleh salah langkah. Terry bersiap-siap ke ruang baca, tetapi tangannya ditahan oleh perempuan itu.
9.61.5M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51.0K kali sebagai novel tere liye bulan
Tampilkan Ulasan (203)
Baca
+Pustaka
Yanti Sin
Thor, cepetan deh Shania itu ketauan sebenernya bukan ibu kandung darren.. jangan kelamaan, nanti kita bisa bosen nunggu nya. kan bs cari konflik lain, setelah ketauan, misalny si Rachel ragu kalo Ronald ngajak nikah. trs, Shania tetap berusaha trs utk misahin atau gagalkan pernikahan mereka, dll.
Jaya Bistara Hn
klo begini ceritanya bakal meluas konfliknya akan bertambah.seharusnya Eddy juga cari tahu siapa ibu die sendiri dgn tes DNA sama halnya di lakukan michael.secara die anak yg pinter hackers melihat Shania sebagai ibunya seperti itu seorang anak pasti bertanya mana ibu kandung sikapnya sperti itu,
Baca Semua Ulasan
Koma

Koma

SEROJA Apa hidup ini adil untukku? Pertanyaan itu terus terbayang setelah aku menonton flim Rembulan tenggelam di wajahmu. Adaptasi dari novel karya penulis legendaris favoritku Tere liye, dia sudah menjadi idolaku sejak bangku SD sampai batas usiaku yang entah sampai kapan.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai novel tere liye bulan
Baca
+Pustaka
In Relationship

In Relationship

ketus Dinah. "Kamu aneh, masa target pernikahan sendiri malah enggak tahu." Tangannya menghapus sisa-sisa eskrim di pinggir bibirnya, sembari menatap lama gadis di sampingnya. Dinah menghela pelan. Lantas meraih salah satu novel yang dibelinya tadi. "Pernah baca karya-karyanya Tere Liye, enggak, Ga? Gue masih ingat salah satu penggalan dari beliau."
87.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 245 kali sebagai novel tere liye bulan
Baca
+Pustaka
My Wife is Bodyguard

My Wife is Bodyguard

"Apa?!" -To Be Continued- Terimakasih banyak udah baca sampai chapter ini ;) jangan lupa dukung lunalupin dengan cara berikan komentar di ulasan dan VOTE menggunakan GEM. Lyubov ;* Novel karya Luna Lupin yang lain: - My Brilliant Doctor: (Vincent, Tara, Nick - Romance Action 21+) - BEATRIX ADELINE: (Beatrix Adeline & David Mills - Romance Erotic 21+) : Novel ini eksklusif hanya ada di HotBuku app.
1019.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 680 kali sebagai novel tere liye bulan
Baca
+Pustaka
Mas Ganteng

Mas Ganteng

Rumi merangkul gemas Gerta. Usai sarapan bersama, kegiatan rumahan untuk menikmati suasana pengantin baru adalah membaca novel di sofa panjang dengan saling berpelukan. Seperti saat ini. “Rire Marian pernah berkata padaku, bahwa di antara dua belas bulan yang kita tahu, ada satu bulan yang berbeda dengan bulan yang lain. Dia bulan yang paling setia dalam menunggu karena tempatnya yang berada di ujung waktu. Dia juga bulan yang paling banyak ditunggu karena yang sangat lama berjumpa setelah itu. Dan dia bulan yang sangat baik dalam menyimpan rindu. Dia adalah Desember,” lirih Gerta membacakan sepenggal tulisan di dalam novel berjudul Dear Rire Marian.
7.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 202 kali sebagai novel tere liye bulan
Baca
+Pustaka
Bunga Biru

Bunga Biru

Di bawah cahaya bulan yang menembus kaca berembun, pena Evelune bergerak perlahan di atas kertas. “Ibu, malam terasa sangat panjang. Dingin ini seperti datang dari dalam diri. Aku takut membuka jendela, takut angin membawa kenangan yang belum siap kuhadapi. Aku takut mencintai. Aku takut kehilangan lagi.” Air mata menetes di kertas.
10562 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai novel tere liye bulan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status