Suamiku, Adik Iparku
Sekilas dia membacanya, lalu berkomentar, “Sepertinya kau memang berbakat menulis novel romantis dibandingkan novel mistis.”
“Aku menolak menulis novel romantis lagi!”
“Tentang R dan FA? Aku sungguh menyukainya,” ujar Ferry bersemangat.
“Otakku buntu, nggak ada inspirasi.”
Ferry tersenyum kecil, menyimpan niat terselubung yang mudah terbaca olehku. “Jangan berpikir macam-macam!” Aku memberinya peringatan.
“Aku hanya ingin membantumu mendapatkan inspirasi.”