Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bertahan Di Sampingmu

Bertahan Di Sampingmu

Sean lantas merangkul pundak Princes lagi ketika keluar dari Caffe. "Sean!" seru Kanaya. Mereka bertemu di depan pintu Caffe. "Kamu udah lama nunggu?" Kanaya bertanya tanpa dosa. Dia melangkah mendekat kemudian mengecup pipi Sean sekilas. "Maaf ... tadi ada yang harus aku diskusikan dengan profesor Aaron dan hape aku mati, aku juga lupa mengabari kamu untuk enggak perlu menunggu aku." Dengan santai dan tanpa beban, Kanaya menjelaskan.
1014.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 548 kali sebagai nun mati bertemu fa
Baca
+Pustaka
Dikhianati Calon Istri Dan Ayah

Dikhianati Calon Istri Dan Ayah

Matanya mengembun. Fairuz sudah berada di ambang batas terakhir hidupnya. Nampaknya hanyalah sebuah keajaiban yang dapat mengubah keadaan Next? Like komen and subscribe
105.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 199 kali sebagai nun mati bertemu fa
Baca
+Pustaka
Penakluk Wanita

Penakluk Wanita

tanya Nina. “Bertemu keluargamu.” “Untuk apa?” tanya Nina lagi. “Kamu maunya untuk apa? Melamar?” Matt tersenyum jahil. Sontak Nina terkejut. Sedangkan Matt malah tertawa geli, karena melihat ekspresi Nina yang lucu. “Tenang Nina, walau aku menyukaimu, tapi aku juga tidak akan memaksamu.” Nina kembali tercengang dengan perkataan Matt. Namun, ia tidak mau besar kepala. Mungkin saat ini Matt kepalanya tengah terbentur jadi bicaranya agak melantur, pikirnya.
9.98.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 179 kali sebagai nun mati bertemu fa
Baca
+Pustaka
Air Mata Aruna

Air Mata Aruna

Usai menghapus air matanya, Aruna pun menceritakan kedatangan Tuti yang kini bersamanya bersama seorang bocah yang mirip sekali dengan Ridwan. “Ya Allah..., benarkah Tuti datang bersama bocah lelaki yang mirip almarhum adikku?” tanya Lukman dengan suara penuh bahagia. “Iya Bang..., kalau Abang lihat pasti nggak akan percaya lihat duplikat almarhum. Kasihan anak ini kalau sampai nggak tahu keluarga ayahnya. Kata Tuti, dia mau lihat makam ayahnya. Soalnya dia nggak percaya kalau..., ayahnya sudah meninggal..., hikss...” tangis Aruna saat menyampaikan perihal bocah lucu yang menggemaskan.
910.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 370 kali sebagai nun mati bertemu fa
Baca
+Pustaka
Anak Jenius Milik Sang Presdir

Anak Jenius Milik Sang Presdir

"Kenapa? Dengan begini aku bisa bertemu dengan Fic! Seharusnya kau bisa membantuku Elfa." "Tidak Nona. Jika kau mati, kau tidak akan pernah bisa bertemu dengan tuan Fic!" "Kenapa Elfa. Bukan kah Fic juga sudah Mati?" "Tuan Fic belum mati Nona. Kamu salah." Elfa keceplosan akhirnya. 'Bicara apa aku? Astaga!' Menutup mulutnya sendiri. "Apa kamu bilang?" Ellena kini menatap tajam, melangkah mendekat.
9.3105.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.6K kali sebagai nun mati bertemu fa
Baca
+Pustaka
Suami Wasiat dari Suamiku

Suami Wasiat dari Suamiku

“Tuan Noah ingin bertemu dengan Anda.” “Suruh masuk,” jawab Matteo tanpa mengalihkan perhatiannya dari pohon bonsai yang kini sedang dia urus. Matteo sudah tahu jika Noah akan datang menemuinya. Semua permasalah yang tengah terjadi hari ini sudah Matteo ketahui melalui banyak mata yang terpasang. Dimulai dari pertemuan Sarah dan Milia tempo hari, hingga kedatangan Milia ke tempat terapi dengan membawa kebohongan terencana untuk mengganggu kedamaian.
1018.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 576 kali sebagai nun mati bertemu fa
Baca
+Pustaka
Senandung Masa SMA

Senandung Masa SMA

tanya Bu Fitri bingung. “Yang tinggi banget tadi, yang pakai kemeja kotak-kotak,” sahut Matari. “Oh, enggak. Itu baru kenalan di sini kok. Dia nungguin adeknya di toilet. Terus ngobrol sama Ibu. Emang kenapa? Kamu kenal?” tanya Bu Fitri. “Enggak kenal sih. Saya cuma takut aja Ibu diapa-apain, hehe,” timpal Matari berbohong.
12.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 440 kali sebagai nun mati bertemu fa
Baca
+Pustaka
Terjerat Cinta Sang Fotografer

Terjerat Cinta Sang Fotografer

Hanya mata kami yang berbahasa. "Aku rasa kita harus ungkap misteri ini. Kita harus bicara dengan Egbert dan Tante Nira." Fai menceletuk setelah hening yang lama. Aku menggeleng tidak setuju. "Jangan," larangku sambil menahan tangannya.
1015.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 314 kali sebagai nun mati bertemu fa
Baca
+Pustaka
Suami Tak Ada Akhlak

Suami Tak Ada Akhlak

"Iya ,Pak. Terima kasih sudah bersedia menemani Hadi tadi." "Iya." Setelahnya Mbah Makijan pun berlalu ke arah di mana Fiddun berangkat terlebih dahulu. Pandangan Hadi dan Matun kini bertemu. "Tun," panggilnya. "Ada apa Abang kemari?" tanya Matun. Kentara jika perempuan itu tidak ingin berbasa-basi. "Abang ingin bicara." Ia memandang Matun penuh harap agar perempuan itu mau berbicara dengannya.
1011.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 245 kali sebagai nun mati bertemu fa
Baca
+Pustaka
Seandainya Bertemu Lebih Awal

Seandainya Bertemu Lebih Awal

Dia tahu hubungan mereka tidak bisa kembali seperti dulu lagi. Tidak lama kemudian, Jivan pun telah meninggal. Dia dimakamkan di kuburan yang sama dengan Bianca. Saat mengunjungi makam Bianca, aku bertemu Lucas lagi. Tujuh tahun tidak bertemu. Perubahan di dirinya cukup banyak. Jelas-jelas umur Lucas tidak sampai 40 tahun. Entah kenapa dia malah sudah beruban. Tubuhnya juga kelihatan sangat kurus. Terlihat rasa menyendiri dan kesepian dari belakang punggungnya.
7.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 242 kali sebagai nun mati bertemu fa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status