Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Aku Bukan Satu-Satunya

Aku Bukan Satu-Satunya

lirih Amira tidak bisa mengendalikan rasa dingin di seluruh tubuhnya. “Kamu pikir aku tidak gugup?” Luna membalas dengan raut kesal. “Lihat, nih! Tanganku gemetar.” Amira manggut-manggut saat melihat kesepuluh jari Luna bergerak tak karuan.
9.670.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai nurol ain lirik
Baca
+Pustaka
Suami Pelitku Menyesal Setelah Berpisah Denganku

Suami Pelitku Menyesal Setelah Berpisah Denganku

ucap Nuralima. Ia pun bernyanyi dengan suara yang merdu diiringi dengan musik keyboard, para hadirin pun ikut bernyanyi. Imron tak' henti-hentinya menatap ke arah Nuralima yang diam-diam ternyata ia memiliki suara emas. Sedang asyik menikmati sebuah lagu, gawai Imron bergetar, ia pun segera mengeluarkan gawai-nya, tertera nama Togar terpampang di layar handphonenya.
1022.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 639 kali sebagai nurol ain lirik
Baca
+Pustaka
Jerat Cinta Sang Juragan

Jerat Cinta Sang Juragan

ujar Herlin yang tanpa terasa sudah menyelesaikan makannya. "Siapa juga yang nggak pengen, Teh?" Hani tertawa. "Iya, aneh aja kalau nggak pengen jadi idaman salah satu dari high quaility jomblo pabrik kita." "Betul!" "Yakin si Nurul bukan, sih?" kata Herlin lagi. "Nggak." "Sama aku juga nggak yakin." "Lagian si Nurul kan nggak pake jilbab. Sedang cewek dalam video mister Lee menggunakan jilbab."
1034.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 943 kali sebagai nurol ain lirik
Baca
+Pustaka
ANYELIR KUNING

ANYELIR KUNING

Senja boleh pergi Gerimis bisa menjauh Ombak silahkan surut Biarkan saja ... Nanti pasti mereka kembali. Sepertimu... Pergi Menjauh Tanpa kabar Hilang Lalu pulang... Kukira padaku Nyatanya bukan Ku ingin egois Merengguhmu kembali Menjadi milikku Tapi kamu, seolah memilih mati. _______________________________ Assalamualaikum, wanita yang dirindukan, Langit.
108.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 355 kali sebagai nurol ain lirik
Baca
+Pustaka
Warisan Terlarang: Kontrak Darah 90 Hari

Warisan Terlarang: Kontrak Darah 90 Hari

“Apa ini…? Ini bukan dunia. Ini bukan kontrak…” Naira menggeleng perlahan. “Ini… naskah pusat. Sumber dari semuanya.” Ia menelan ludah. “Lira… kau membuka tempat yang seharusnya bahkan aku tidak bisa sentuh.” Namun perhatian semua orang tertarik pada satu hal: huruf-huruf yang ditulis Lira tidak larut ke dalam jaringan dunia. Huruf itu bertahan. Menyala seperti tantangan.
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai nurol ain lirik
Baca
+Pustaka
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

"Apakah ini sisa dari Nihilus? Atau pengaruh dari AI-Scribe yang tertinggal?" "Bukan keduanya," suara Nari terdengar berat saat ia memetik senar kecapinya. Musiknya tidak lagi menghasilkan melodi, melainkan suara desis seperti angin yang bertiup di lorong kosong. "Ini adalah 'The Echo of the Unwritten'—Gema dari yang Tak Tertulis. Semua kemungkinan buruk yang kita kalahkan dulu tidak benar-benar hilang, mereka berkumpul di dasar realitas dan membentuk sebuah entitas baru."
965 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai nurol ain lirik
Baca
+Pustaka
BALASAN UNTUK SUAMIKU YANG PELIT

BALASAN UNTUK SUAMIKU YANG PELIT

seru Bu Nurul melotot pada Mail yang ikut nimbrung di bagian operator. "Iishh Ibuk ini," gerutu Mail mencari alternatif lagu lain. Let's ask Allah to make your love Last forever Let's raise our hands And make du'a Like the Prophet taught us And with one voice let's all say Baraka Allahu lakuma Wa baraka 'alaykuma Wa jama'a baynakuma fi khayr Baraka Allahu lakuma Wa baraka 'alaykuma Wa jama'a baynakuma fi khayr
1018.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 416 kali sebagai nurol ain lirik
Baca
+Pustaka
Cahaya Lilin

Cahaya Lilin

Yasid memeluk istrinya, mencoba menenangkan. “Isbirni, ya, Habibati. Yakinlah Allah pasti akan mengganti segala kepayahan ini dengan hal yang lebih baik.” Yasid mengusap kepala dan mengecup dahi wanita kesayangannya. “In Syaa Allah,” bisik Masyita.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai nurol ain lirik
Baca
+Pustaka
Angin di Antara Kita

Angin di Antara Kita

Nada suaranya naik dua oktaf. Nayla menoleh pelan, ekspresinya sulit dibaca. “Serius?” “Serius banget! Nih liat!” Reya memutar laptopnya, memperlihatkan pengumuman resmi di layar. Di sana, nama ‘Manusia dan Jalan Pulangnya’ tercantum dengan jelas di daftar lima besar. Reya menunggu Nayla melompat atau menjerit senang, tapi reaksi itu tak pernah datang.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai nurol ain lirik
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status