Adik Angkat
ucapnya tatapan matanya mengedar ke seluruh bunga-bunga yang tumbuh subur.
"Silahkan!" jawabku singkat.
Mas Rio membungkuk, dan memetik salah satu bunga. Mawar putih yang ia pilih, diantara jejeran bunga-bunga yang cantik, panca warna juga, bunga melati, tak kalah cantik, lalu ia menempelkan dekat hidung dan menghirupnya.
"Hm, Wangi," lanjutnya sembari memejamkan mata.