Konglomerat Desa Tak Terkalahkan
Namun, karena Adnan tidak percaya dan malah menuduhnya tidak jujur, Cakra pun tidak mau mencari masalah.
Tepat pada saat itu, lelaki tua pemilik apotek keluar.
"Bos Adnan, ramuannya masih perlu direbus sebentar lagi."
"Tolong tunggu sebentar."
Adnan pergi ke samping untuk menunggu, sementara Cakra maju untuk membeli obat.
Pemilik apotek bertanya sambil tersenyum, "Nak, kamu perlu resep obat apa?"
Cakra langsung menjawab, "Aku butuh bubuk empedu beruang, bubuk mutiara, boraks, umbi garut, kalamin ...."