Obsesi Nyonya dan Nona Rumah
Bambang memegang pundak Diana, mencoba menghentikannya terlebih dahulu tetapi semakin Bambang mencoba menghentikan, Diana hanya semakin berontak dan mengancam akan bunuh diri.
“Diana, tatap aku! Tenanglah terlebih dahulu! Kita bicarakan ini baik-baik!” ujar Bambang dengan suara lembut tetapi tegas, Diana yang sudah dipengaruhi oleh sakit mental dan obsesinya kepada Bambang hanya menggeleng, ia tidak peduli dengan ucapan Bambang.
“Gak mau! Tiduri aku atau pilih aku mati!” Diana meloncat dari tubuh Bambang, memecahkan gelas kaca dan mengambil pecahannya, mengarahkannya ke urat nadi di pergelangan tangannya.