KINASIH
Asih sedikit membungkuk dan berlalu pergi bersama Mariana menuju parkiran.
Di dalam mobil, Mariana tak lekas menyalakan mesin. Dia duduk, menghadap Asih dan berkata lirih, hampir tak terdengar.
"As, apa kamu kecewa atau malu melihatnya?"
Asih balas menatap. Lalu dengan mantap dia menggeleng. "Tidak, Bu. Aku justru kasihan pada beliau. Pasti malamnya sepi, dingin. Hari-harinya terkurung seperti itu. Entah, jika Anda bertanya perihal perasaan, aku lebih ingin tinggal bersama beliau, merawatnya sampai sembuh,"
Hot Chapters