Istri Yang Tersisihkan
Okta menyandarkan dagunya di pundak sang istri, mengendus wangi tubuh milik Aisyah, membuat bulu kuduk wanita itu meremang karena nafas yang begitu hangat menerpa lehernya.
"Kamu benar sayang. Akan tetapi artian dalam kata-kata mutiara itu bukan berarti kita harus mati, namun separuh jiwa seperti hilang, tidak ada gairah untuk hidup lagi. Seperti hidup yang tidak berwarna, karena bagian yang begitu indah telah direnggut darinya." Okta membalikan tubuh Aisyah menghadap ke arahnya, kemudian dia memegang dagu wanita itu dan menatapnya dengan dalam.