Enam Tahun Tanpa Malam Pertama
Lelaki itu sedikit bergidik geli, menggerakkan sedikit kepala, membuka mata dengan menyipit lalu tidur kembali.
“Mas, ayo olah raga!” rengekku lagi sambil mengguncang tubuhnya yang masih berbaring miring di depanku.
“Lima menit lagi,” ucapnya dengan suara serak, tanpa membuka mata. Aku hanya bisa mendesah pasrah, lalu bangkit dan berjalan menuju lemari. Kuambil baju olah raga dan juga celana training, tak lupa rambut kusisir rapi, lalu kuikat tinggi, menyerupai ekor kuda. Kulirik Mas Edwin yang tak kunjung bangun. “Mas,bangun dong! Ini udah hampir setengah enam!” panggilku dengan suara setengah berteriak kesal.
Hot Chapters