Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tokyo Dai Roman

Tokyo Dai Roman

Dengan muka lelah, gadis itu pun disambut oleh seorang perempuan tua yang merupakan pelayan di rumah keluarga tersebut. “Okaerinasai, Hatsuki-san.” kata si perempuan dengan ramah. “Tadaima.” Hatsuki membalas dengan senyuman lebar. Ia pun melangkah masuk, dan mendapati seorang lelaki tua berusia 65 tahunan tengah asyik menonton TV. Lelaki itu adalah Hachiya Takaya, lelaki yang pernah bermain golf bersama Arata. Menyadari kehadiran Hatsuki, lelaki itu pun langsung tersenyum.
107.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 197 kali sebagai old tsunade
Tampilkan Ulasan (5)
Baca
+Pustaka
Sora Takahashi
Halo~ Sudah lama sekali tidak update. Maaf author sempat menghilang selama beberapa tahun lamanya karena kesibukan kuliah dan kerja. Banyak sekali hal yang dilalui sampai tidak sempat untuk update cerita. Di tahun 2022, author diberi kesempatan untuk tinggal selama 1 tahun di Jepang, negara impian..
FETER GAMING
kenapa setiap melihat kebahagian arata aku ngerasa sdkt ada rasa sakit y. smga aja ini hnya perasaanku saja rapi aku tajin hasumi sdh bnar2 rela melepaskan sensei dan bner2 menyukai senpai. ah ga sabar nunggu next thor
Baca Semua Ulasan
Yang Ternoda

Yang Ternoda

Tante Rossa tersenyum lebar dan melambaikan tangannya pada asisten suaminya yang dari tadi berdiri siaga di depan pintu. “Lakukan tugasmu dengan baik, Toni! Aku tidak mau rencana kita gagal. Ingat, pekerjaan dan posisismu dipertaruhkan disini. Ini adalah kesempatan terakhirmu untuk menebus kesalahan fatal yang sudah kau lakukan pada Claudia!” Tante Rossa memberi perintah tegas pada asisten suaminya yang bernama Toni. “Baik, Nyonya,” jawab Toni. Sekilas pria berperawakan tinggi tegap ini menoleh sekilas pada Claudia yang hanya terdiam melihat semua yang terjadi di sana.
1060.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai old tsunade
Baca
+Pustaka
TARO

TARO

Tangannya yang terlihat begitu kokoh menjabat tangan Bu Wenti yang nyaris keriput dimakan usia. “Temannya Dokter Lana, ya?” “Lana gak bilang? Saya bukan temannya. Saya tunangan Dokter Lana.” WHAT?! ***
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai old tsunade
Baca
+Pustaka
My Tsundere Tara

My Tsundere Tara

Bola matanya terarah ke atas, dengan jari telunjuk mengetuk dagu. "Sepertinya makan udon di cuaca seperti ini enak, deh." Krisna mengerutkan dahi. Tatapannya beralih pada dinding kaca tepat dibelakang Bam, menampilkan birunya langit berpadu dengan sang surya yang sedang bersinar dengan gagahnya seolah pancaran sinar tersebut mampu membakar siapa saja yang menghalangi cahayanya. Benar-benar sesuatu yang tidak cocok di pasangkan dengan udon sepert kata Bam.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai old tsunade
Baca
+Pustaka
VENDETTA

VENDETTA

Sebuah senyuman tipis, hambar, menghiasi bibirnya saat dia membuka halaman pertama. "Dulu, kita sebahagia ini ya, Nad?" bisiknya parau, jemarinya mengusap lembut foto mereka saat masih bersama dulu. Halaman demi halaman dibukanya, menampilkan deretan foto masa lalu mereka. Senyum Nayaka semakin lebar, matanya berbinar saat melihat foto-foto proses lamaran mereka. Di situ, dia terlihat begitu gagah dengan kemeja batik senada dengan kebaya anggun yang dikenakan Nadia. Mereka berdua tampak begitu serasi, tertawa lepas bersama keluarga besar.
491 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13 kali sebagai old tsunade
Baca
+Pustaka
Demon Emperor

Demon Emperor

Tanya Chu De Han dengan marah. "Aku ingin kau merasakan efek dari Pedang Inti Es buatanmu sendiri, bagaimana rasanya bila tubuhmu dibekukan selama sisa hidupmu dan menjadi Patung Es Abadi yang menghuni Pengunungan Jin Long ini, ha... ha... ha..." Kata Lang Jin tertawa tergelak-gelak merasa lucu ketika membayangkannya. "Kau berani....." Teriak Chu De Han, wajahnya yang putih dan tampan sudah memerah karena marahnya.
1012.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 411 kali sebagai old tsunade
Baca
+Pustaka
Marga Kuromori

Marga Kuromori

Belum lagi Ichida yang sewaktu kedatangan Yosihara meledeknya dengan sebutan Yosihara sudah tua, sebab Ichida membandingkan Yosihara dengan Pak Zukida yang setelah berkegiatan dibuatkan air kepada istrinya sedangkan si suami duduk di beranda rumah sambil mengipas-ngipas badan yang gerah. “Suatu saat kau akan tua juga,” ledek Yosihara berharap anak itu diam mengoceh tentang Yosihara yang semakin hari menjadi pria berumur seperti Pak Haede dan kawan-kawan. “Tidak! Aku tidak mau menjadi tua!” Ledekan Yosihara rupanya berhasil membuat Ichida kesal. “Isae, kenapa kau main sama bapak-bapak!” Itu teriakan Ichida saat matanya tidak sengaja menangkap Isae yang susah payah menyadarkan bahwa Pak Orochi
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai old tsunade
Baca
+Pustaka
Hayu

Hayu

Hayu menatap Candra kesal, dia melotot pada Candra, sepertinya Candra hari ini memang mengibarkan bendera perang padanya. Candra yang melihat Hayu melotot ke arahnya, bukannya marah malah tersenyum manis, membuat teh yang ada di hadapan Hayu seketika menjadi manis. Hayu bahkan menelan salivanya kasar, sejak kapan dia baru menyadari, jika atasannya yang super kepo dan menyebalkan itu ternyata memiliki senyum yang mampu menggoyahkan iman lawan jenisnya.
105.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 143 kali sebagai old tsunade
Baca
+Pustaka
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status