Transaksi Hati Ibu Pengganti Anak Presdir
Ia menahan napas, menyembunyikan nyeri itu dengan senyum.
“Aku senang dengarnya, Zolin,” katanya lembut.
Langkah kaki tergesa terdengar dari arah belakang. Seorang wanita paruh baya dengan gaun mahal mendekat, menggandeng seorang pria tinggi yang tampak lelah tapi tetap tampan meski kulitnya pucat.
“Zolin! Jangan lari-lari seperti itu. Oma ini sudah tua, tahu?” kata wanita itu dengan nada setengah mengomel, namun matanya tak bisa menyembunyikan kasih sayang.