Insinyur Termalas Dari Dunia Lain
Dengan langkah yang tak membuat batang gandum terkulai sekalipun, The Grey Gentleman melintasi tepian ladang yang mulai disiram cahaya keemasan senja. Rumah petani itu berdiri tegak di tengah ketenangan, bayangannya memanjang menyambutnya. Asap tipis dari cerobongnya membubung lurus ke langit kelabu yang perlahan berubah menjadi lembayung, tanda kehidupan yang sederhana dan berulang. Di ladang seluas beberapa petak itu, sepasang lansia sedang menyelesaikan pekerjaan hari itu. Sang suami, bertopi jerami usang, mencangkul dengan ritme lambat namun pasti, sementara istrinya membungkuk di antara bedengan sayuran, keranjang anyaman di pangkuannya perlahan terisi hijau segar.
Hot Chapters