Bukan yang Pertama
Yang jelas, Sean masih terus berpikir keras dan malah larut dalam lamunannya, hingga hari berganti keesokannya tanpa melakukan tindakan apapun.
Ibarat pelajaran, Sean itu sudah paham teorinya, tapi tidak mau praktek. Itulah bodohnya Sean. Karena apalah arti teori tanpa adanya pembuktian.
"Den, Makanan sudah siap." Pemberitahuan itu membuat lamunan Sean buyar, saat lagi-lagi larut dalam lamunan pagi itu.
Mendesah panjang sekali lagi, Sean kembali menatap photo berbingkai emas di tangannya, sebelum kemudian meletakkannya kembali ke atas meja kerja.
Capítulos em Alta