Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mandul

Mandul

"Apa tidak ada yang lain?" "Tidak!" jawaban Riri begitu tegas. Membuat Arnold hanya tersenyum penuh kemenangan. "Kei, siapkan semuanya sekarang. Besok aku harap semua selesai. Aku rasa kau tidak akan kesulitan bukan mencari seorang penghulu?" tanya Arnold. "Tidak Tuan Muda. Saya bisa menghandlenya. "Tu-tunggu! Ap-apa maksudnya dengan penghulu?" tanya Riri penasaran.
105.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 144 kali sebagai orang culun
Baca
+Pustaka
Legenda Master Roh

Legenda Master Roh

ucap Sun cif. Selang beberapa detik Sun cif menyerang Lun si dengan benda yang berbentuk besi panjang tetapi kecil yang memiliki satu cabang, cabang cabang itu mengeluarkan aura biru di setiap sisinya. "Jika Sun cif meminta itu maka aku juga demikian." Setelah berkata seperti itu matanya memandang Lower sang roh kura kura.
1014.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 357 kali sebagai orang culun
Baca
+Pustaka
Ulat Bulu Penghancur Rumah Tanggaku

Ulat Bulu Penghancur Rumah Tanggaku

sahut Rehan dengan segera dan juga bersemangat. "Emang iya, Mas? Aku baru tau kalau ada tukang urut khusus untuk tulang," gumam Elen, bertanya-tanya pada dirinya. Karena selama ia hidup, baru kali ini dirinya mendengar profesi tersebut.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai orang culun
Baca
+Pustaka
BURONAN

BURONAN

Lagi, semua fakta ini seolah memiliki kebetulan-kebetulan yang tak Fadli pahami. Dan saat Fadli masih terdiam dalam kebingungannya, tiba-tiba salah seorang bocah panti berlari masuk ke dalam kantor Bu Hamidah dan memberikan sesuatu pada wanita paruh baya itu. "Bu-bu, ini Adi nemuin kalung ini di depan. Kayaknya sih ini punya Om Norman, Bu," ucap Adi si anak panti. Bocah itu memberikan sebuah kalung Liontin berwarna perak pada Bu Hamidah.
1022.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 816 kali sebagai orang culun
Baca
+Pustaka
Rahasia Pewaris Culun

Rahasia Pewaris Culun

kata perempuan cantik yang kini berdiri sejajar dengan Rion. "Enggaklah. Emangnya aku cowok apaan berani mukul cewek?" "Hahaha … lagian, gue enggak percaya kalau lu bisa mukul gue, Rion." "Mulai, deh, kamu mandang aku enggak punya keberanian." Si Culun kesal ketika menghadapi perempuan tomboy itu.
1010.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 216 kali sebagai orang culun
Baca
+Pustaka
Pernikahan Berbayar Si Gadis Culun

Pernikahan Berbayar Si Gadis Culun

Roby tak tega melihatnya. “Keluarkan saja....” ujar Roby sambil mengurut tengkuk gadis itu. Silia sempat terkejut dengan kehadiran Roby di belakangnya. Ia ingin menolak, namun tak bisa menghentikan isi perutnya yang terus menerjang keluar. Setelah beberapa saat, akhirnya rasa mual itu sedikit mereda. Silia menekan tombol flush, membuat semua yang menjijikkan itu hilang terbawa air.
2.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai orang culun
Baca
+Pustaka
CURHAT DONG, MA!?

CURHAT DONG, MA!?

Di bagian paling bawah balasan komentar itu, kudapati si mba TS memberi balasan lima menit yang lalu. [Kalian tahu, barusan Mertuaku mengirimi kami lagi rendang jengkol dan ikan nila goreng kesukaan anaknya. Seolah ingin memperjelas persaingan kami. Dia tahu aku baru saja dari pasar, pasti dia berfikir aku akan masak enak malam ini, jadi dia segera mengirimkan amunisinya untuk antisipasi anaknya jatuh hati pada masakanku.] ______________
1.9K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai orang culun
Baca
+Pustaka
KUNTILANAK MERAH

KUNTILANAK MERAH

Di situlah pertama kali warga melihatnya. Seseorang—orang?—menjual cilok dari balik kabut sore yang menggantung rendah. Gerobaknya tua, terbuat dari kayu cokelat kusam, dengan tulisan “CILOK PEDAS SETAN” yang tampak ditulis dengan darah (atau saus tomat basi). Tapi yang membuat geger bukan gerobaknya, melainkan... penjualnya. Dia tinggi, rambut panjang menjuntai sampai lutut, kulitnya pucat seperti mayat yang kelamaan di kulkas, dan matanya... merah menyala.
869 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai orang culun
Baca
+Pustaka
Tulang wangi

Tulang wangi

gua bilang tulus. Dia ketawa pelan, masih nyenterin sekitar. Sinar senternya mantul di dedaunan basah dan batang pohon yang gelap. Gua nanya lagi, “Emang amang gak takut, sendirian keliling begini?” Dia langsung nyeletuk, spontan tapi ngena, “Waaahhh… sieun naon, Jang! Leuwih sieun dapur teu ngebul tibatan kapanggih jurig!”
434 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12 kali sebagai orang culun
Baca
+Pustaka
KURUNGAN CINTA CEO KEJAM

KURUNGAN CINTA CEO KEJAM

Sontak tubuh Aurora seperti tengah dilempar batu besar, ketika mendengar perkataan pria tersebut, sedetik kemudian ia langsung menutupi seluruh badannya hingga ujung kepala. "Pria gila, apa yang sudah ia katakan, dasar tidak tahu malu...." Ucapnya dalam hati kesal, seolah-olah bahwa yang telah terjadi adalah keinginan dirinya. Bersambung....
106.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 224 kali sebagai orang culun
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status