Hai Om, Aku Calon Istrimu!
tanyaku, berusaha terdengar santai.
Dia menarik kursi di hadapanku tanpa izin dan duduk. “Belum,” jawabnya datar. “Aku kebetulan lihat kamu disini.”
Kebetulan? Ya, tentu saja. Kebetulan banget, sampai tahu aku duduk di pojok sini.
Aku mengangguk pelan. “Oh. Safa juga lagi cari buku, makanya sekalian nemenin.”