Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mendadak Dinikahi Direktur Syar'i

Mendadak Dinikahi Direktur Syar'i

Wanita muda itu menoleh, lalu tersenyum ramah. “Asna,” ucap Nilna, antusias. Ia menyambut kedatangan temannya yang membawa setumpuk buku. “Duduk dulu.” Nilna membantu meletakkan buku yang hampir jatuh, dan menarik sebuah kursi untuk temannya.
104.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai sebaik baik teman duduk adalah buku
Baca
+Pustaka
Kisah Cinta Yang Tidak Terduga

Kisah Cinta Yang Tidak Terduga

Menatap Sana. "Bagaimana?" "Harus aku baca?" "Iya, ayo duduk disana." Sana dan Yuta duduk untuk membaca buku yang sudah mereka pilih tadi. Sana sudah selesai baca buku 1, tapi Yuta masih membaca 1 buku belum selesai juga. sepertinya Yuta mendalami apa yang di bicarakan di buku itu. Buku itu sungguh membantu Yuta untuk tidak memaksakan apa yang ia memang tidak suka seperti coklat tadi.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai sebaik baik teman duduk adalah buku
Baca
+Pustaka
Catch Me If You Can

Catch Me If You Can

Sosok yang sangat kesepian di balik banyaknya buku-buku yang ia baca. Bagi George, teman sejati itu hanyalah buku. Mereka yang mengaku-ngaku sebagai temannya itu hanyalah golongan orang-orang yang suka menjilat. Sebab dia tahu, mereka yang berteman dan terus menempel dengannya itu karena ingin dipandang bagus oleh orang lain. Mereka berharap, dengan menjadi teman George, maka orang akan berpikir bahwa mereka sama seperti George yang pintar dan termasuk ke dalam golongan yang kaya raya sepertinya.
107.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 180 kali sebagai sebaik baik teman duduk adalah buku
Baca
+Pustaka
Dendam Wanita Simpanan

Dendam Wanita Simpanan

Aku yang tak pernah memiliki tujuan lain selain perpustakaan selama ini, memilih tetap duduk dan membaca buku. “Aku gak nyangka aja, diam-diam begitu ternyata menghanyutkan.” Walau Sinta duduk pada kursi paling ujung, aku masih saja bisa mendengar ucapannya. “Biasanya yang begitu emang lebih parah dibanding kita-kita yang udah biasa. Emangnya gak ada tempat lain apa, sampai gak malu pacaran di perpustakaan?” timpal teman satu gengnya yang sepertinya sengaja mengucapkan kalimat itu dengan cukup keras.
104.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai sebaik baik teman duduk adalah buku
Baca
+Pustaka
Laurene

Laurene

dari Sisca, teman sekelas yang duduk di depannya. "Get well soon ya, Ren kubuk! Alias Laurene kutu buku. Makanya jangan kebanyakan temen sama buku, mendingan sama kita aja. Btw cepat sembuh ya kubuk, kita kangen nih. Hehe." Chat yang ini dari Rita.
9.94.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 168 kali sebagai sebaik baik teman duduk adalah buku
Baca
+Pustaka
Antara Luka dan Rasa

Antara Luka dan Rasa

Ia juga termasuk anak yang pandai bersosialisasi dan memiliki banyak teman. Namun, saat ia merasa hari yang dilalui tidak berjalan baik atau suasana hatinya sedang kacau seperti hari ini, Arbi selalu menyempatkan diri mampir di perpustakaan untuk membaca buku. Menurutnya membaca buku bisa membantu mood-nya membaik dan sejenak melupakan segala masalah yang ia rasakan. Ia juga merasa butuh waktu untuk sendirian. Setelah beberapa saat berkeliling di antara rak buku perpustakaan, akhirnya ia meraih salah satu buku yang menarik perhatiannya dan mencari tempat duduk untuk membaca.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai sebaik baik teman duduk adalah buku
Baca
+Pustaka
Twins D

Twins D

Flasback on. Seorang cowok duduk meringkuk di pojokan meja perpustakaan, dia sengaja memilih duduk paling ujung di ruangan yang menurutnya cukup tersembunyi dari mata orang-orang yang datang ke perpustakaan. Cowok itu Daffa. Setumpuk buku hampir menutupi wajahnya. Daffa memang sengaja mengambil buku sebanyak mungkin untuk menutup wajahnya. Dia ingin tidur sebentar saja.
9.934.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai sebaik baik teman duduk adalah buku
Baca
+Pustaka
Suami Pengganti Untuk Wanita yang Kucintai

Suami Pengganti Untuk Wanita yang Kucintai

Keduanya berteriak kalau mereka ke kantin dulu, baru menyusulku ke perpus. Sampai di perpus, aku duduk di bagian ujung ruangan. Hanya ada beberapa orang berkacamata tebal di sini. Selama kuliah di sini, bisa dihitung pakai jari berapa kali aku ke sini. Tiba-tiba seseorang meletakkan sebuah buku di hadapanku, dan dia duduk di sampingku. Aku menoleh, dan mendapati Mas Suhada sudah duduk manis sambil membaca dengan wajah fokus pada buku.
913.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 270 kali sebagai sebaik baik teman duduk adalah buku
Baca
+Pustaka
Me and You

Me and You

Waktu seperti terhenti saat aku melihat matanya yang indah itu. Beno kembali ke mejanya. Kami melihat beberapa teman mengangkat kursi dan bergabung dengan yang lain. Bu Deasy yang melihat tak bereaksi apa-apa. Maka kuputuskan untuk menarik kursi milikku dan ikut duduk di meja Beno. “Nih,” Beno memberikan bukunya yang sudah ditulis oleh Liana. “Aku rasa lebih baik jika kita melihat bukunya saja. Pasti akan lebih mudah.”
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai sebaik baik teman duduk adalah buku
Baca
+Pustaka
Hai Om, Aku Calon Istrimu!

Hai Om, Aku Calon Istrimu!

tanyaku, berusaha terdengar santai. Dia menarik kursi di hadapanku tanpa izin dan duduk. “Belum,” jawabnya datar. “Aku kebetulan lihat kamu disini.” Kebetulan? Ya, tentu saja. Kebetulan banget, sampai tahu aku duduk di pojok sini. Aku mengangguk pelan. “Oh. Safa juga lagi cari buku, makanya sekalian nemenin.”
1017.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 643 kali sebagai sebaik baik teman duduk adalah buku
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Ada sesuatu yang magis tentang buku—mereka diam, tapi bisa membawa kita ke dunia lain, atau membuat kita memahami diri sendiri lebih dalam. Ungkapan 'sebaik-baik teman duduk adalah buku' sebenarnya menggambarkan bagaimana buku bisa menjadi teman setia yang selalu ada kapan pun kita butuh, tanpa tuntutan atau penilaian. Mereka tak pernah marah jika kita mengabaikannya selama berbulan-bulan, dan selalu siap menyambut kita kembali dengan cerita yang sama hangatnya. Bedanya dengan manusia, buku tak pernah punya ekspektasi; mereka hanya memberi, tanpa meminta balasan.

Buku juga punya keunikan karena mereka bisa menjadi 'teman' yang sesuai dengan mood kita. Sedang ingin petualangan? 'One Piece' atau 'The Hobbit' siap mengajak berlayar. Butuh motivasi? Biografi seperti 'Shoe Dog' atau 'Educated' bisa menyuntikkan semangat. Bahkan ketika kita merasa paling kesepian, novel seperti 'Norwegian Wood' atau 'The Catcher in the Rye' membuat kita merasa ada yang benar-benar 'memahami' perasaan kita. Mereka seperti cermin yang kadang menunjukkan hal-hal tentang diri kita sendiri yang tak pernah kita sadari.

Yang paling menarik, buku adalah teman yang bisa 'tumbuh' bersama kita. Saat masih remaja, membaca 'Harry Potter' mungkin terasa seperti petualangan fantasi belaka. Tapi ketika dibaca ulang di usia dewasa, tiba-tiba kita menemukan tema tentang trauma, politik, atau arti persahabatan yang dulu tak terlihat. Buku-buku klasik seperti 'Pride and Prejudice' atau '1984' juga selalu punya lapisan makna baru setiap kali kita membacanya kembali, seolah mereka berevolusi seiring kedewasaan kita.

Tak ada teman duduk yang lebih rendah hati daripada buku. Mereka diam dalam rak, tapi siap berbicara kapan saja kita membuka halamannya. Dan meski ceritanya tetap sama, pesannya selalu terasa personal dan berbeda untuk setiap pembaca—persis seperti teman baik yang tahu tepat apa yang perlu dikatakan di momen yang tepat.

Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status