Ketika Istriku Minta Talak
“Lho, kok gitu? Apa hubungannya dengan aku? Gak ada hubungan, Za!”
“Aku gak mau ngeliat kamu sedih terus. Kemarin kamu udah ceria banget, kamu bilang Dokter Danu datang ke rumahmu, kalian udah bicara dari hati ke hati?”
“Iya, sih, Za. Kami bicara dari hati ke hati. Hati kami yang berbicara. Suara hatiku memang didengar olehnya. Tetapi, suara hatinya yang tetap menolak, tak terdengar olehku. Telingaku sudah dipenuhi oleh kidung cinta, hingga ungkapan penolakan itu tak terdengar juga. Hemh! Aku malu sebenarnya. Kukira cintaku bersambut, ternyata tetap hanya sebelah tangan yang bertepuk.”