Bersinar setelah Diselingkuhi
Ciuman kali ini jauh berbeda dengan kecupan manis di ruang rapat tadi siang, ini adalah luapan rasa kepemilikan, kecemburuan yang tertahan atas riak media, dan rasa cinta yang begitu membara.
"Emh..."
Suara lenguhan Lucia tertahan di antara ciuman mereka yang semakin memanas. Tangan Lucia bergerak naik dari dada Arthen, menyusup ke tengkuk pria itu, meremas rambut-rambut halus di belakang kepala Arthen untuk menyalurkan rasa pusing yang memabukkan yang merayapi kepalanya. Arthen mengerang rendah di tengah ciuman mereka, pelukannya di pinggang Lucia semakin erat, mengangkat tubuh wanita itu dengan mudah hingga kini kaki Lucia refleks melingkar di pinggangnya, mencari topangan pada tubuh tegap