JERAT CINTA RENTENIR MUDA
“Terus ya, Yu ... baju yang kamu kasih tempo hari, itu lho yang warnanya ungu muda, banyak tetangga yang nanya pas Ibu pakai pengajian. Katanya bagus banget, model terbaru dan bahannya adem. Stok yang seperti itu di butik masih ada?"
Bibir Ayu mulai bergetar. Rasa sesak di dadanya kini tak lagi tertahankan, seolah oksigen di ruangan itu mendadak habis. Melihat binar kebanggaan yang begitu murni di mata ibunya justru membuatnya merasa seperti seorang penipu besar. Ia tak tahu tentang baju ungu itu. Ia merasa jiwanya kosong.