Bintang untuk Angkasa
Dia hanya mendengus kesal, dan membuatku makin tertawa geli, juga lantas merasa puas karena telah berhasil membuatnya cemburu.
Kepalaku mendongak, menatap rumah berlantai dua dengan cat warna biru langit yang terkesan cerah dan segar di depanku. Sebenarnya, aku pernah sekali datang ke rumah ini, yaitu saat Angkasa harus mengambil kaus seragam basketnya yang ketinggalan saat kami berada di perjalanan menuju sekolah. Itu dulu sekali, saat awal-awal Angkasa mengantar-jemputku, dan juga saat dia dan ketiga teman dekatnya belum pensiun dari ekstrakurikuler basket. Yang menarik saat aku memasuki gerbang rumah ini, adalah taman bunga yang berada di samping rumah, persis seperti taman yang dirawat o
Hot Chapters