Bukan Istri Pemuas Nafsu
“Curiga, apa? Jangan buat saya jantungan, Bik!”
“Ini, lho! Bibik perhatikan, kok, pantat kamu ini makin besar, kembang. Ini juga, dada kamu! Kok makin montok! Seke-sek, tak pegang, iki, lho!” Bik Yuni lalu menyentuh leher Rinay.”
“Apa, sih, Bik?” Rinay mulai gelisah.
“Iki, denyut nafas kamu ada dua. Kamu sedang hamil, toh?”