Sentuh Aku Lagi, Sayang!
Maya mengangguk, lalu keluar dengan kotak makanan.
Rendra duduk, memikirkan Widya. Ada sesuatu yang aneh, memang. Namun apa motifnya? Hanya karena cinta lama yang tak terbalas?
Ponselnya bergetar. Panggilan masuk dari Dara.
“Sayang, gimana bekalnya? Enak nggak?”
Rendra tersenyum. “Enak banget. Makasih, Sayang.”
“Nanti pulang, beli es krim ya. Aku pengen,” kata Dara dengan nada manja.