Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sampai Kau Ingat Aku

Sampai Kau Ingat Aku

Ia menikmati habis-habisan raut itu. Kadang Zea meringis. Kadang menggigit bibirnya, seakan ikut menahan perih. Membuat Arkan gemas sendiri. Beberapa jahitan kemudian, semuanya selesai. Kepalanya kini terhias balutan perban rapi. “Harus kontrol lagi tiga hari ke depan,” pesan dokter. Zea mengangguk cepat, seolah itu tanggung jawabnya juga. “Iya, Dok.”
101.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai pap kepala di perban
Baca
+Pustaka
Si Mesum Jatuh Cinta

Si Mesum Jatuh Cinta

liriknya pada Shean yang fokus melihat Zeera saat menahan rasa sakit ketika dipakaikan perban atau obat krim. “Tch,” si Dokter kembali melihat Zeera karena tidak mendapat jawaban dari temannya. Setelah pekerjaannya selesai, dia berdiri, “ Perbannya bisa diganti dua kali sehari saja, dan ini krim juga obat untuk bagian dalamnya,” Dia memberikan obat yang akan digunakan untuk Zeera. Tap…. Dokter menyentuh bahu Shean, “Aku pergi dulu, isterimu sudah aku obati. Nanti minggu depan aku akan datang kesini lagi untuk melihat lukanya,” ucapnya membawa tas kerja.
9.3178.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.8K kali sebagai pap kepala di perban
Baca
+Pustaka
OTW Janda!

OTW Janda!

“Putus pun tak apa. Ada di sana juga tidak berguna.” Andrew berdecak dan menyikut Max agar menjauh darinya, tahu kalau Max hanya akan meledeknya terus setelah ini. “Tuan Andrew Maurice baik-baik saja. Sudah tertangani dan bisa langsung pulang. Kondisinya akan segera membaik. Jika ada keluhan demam atau mual setelah ini, itu hal yang biasa terjadi jika mengalami benturan pada penis, sehingga cukup mengonsumsi obat pereda demam dan mual saja yang bisa dibeli di apotek. Dan untuk sementara waktu, penisnya harus diperban dan dijaga agar jangan sampai terbentur apa-apa dulu, karena ada sedikit pembengkakan,” tutur dokter yang menangani Andrew.
106.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 234 kali sebagai pap kepala di perban
Baca
+Pustaka
Istri Kesayangan Tuan Muda

Istri Kesayangan Tuan Muda

Setiap balutan saling tumpang tindih membentuk angka delapan, agar perban tidak mudah bergeser, dengan balutan terakhir naik beberapa inchi di atas pergelangan kaki Aliana untuk mempertahankan posisinya, kemudian mengeratkan ujung perban dengan pengait logam. "Nah selesai, jika kaki Nona terasa kebas atau geli, perban harus segera dibuka yaa, itu berarti saya melilitkannya terlalu ketat!" seru dokter Kevin. "Baik, Dok," sahut Aliana.
8.843.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai pap kepala di perban
Baca
+Pustaka
KEPINCUT PREMAN TENGIL

KEPINCUT PREMAN TENGIL

ucap Om Sis sambil menarik sebuah kursi yang digunakan untuk memotong rambut pelanggan. Dengan berat hati Jhonatan melangkahkan kakinya ke arah kursi tersebut, helaan nafas berat terdengar seperti tercekik kenyataan yang akan ia hadapi tanpa bisa melawan. Jhonatan pun duduk di kursi, Om Sis membawa kain yang digunakan untuk menutup dada Jhonatan. Setelah semua selesai, Om Sis mengikat rambut panjang Jhonatan.
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai pap kepala di perban
Baca
+Pustaka
Pelangkah Tanpa Syarat

Pelangkah Tanpa Syarat

tanyanya, mungkin kepalaku bisa disamakan dengan panci. Tiba-tiba ibu mendekat. “Lihat, nih! Kepala calon Mbak ipar kamu ini botak! Profesor juga bukan!” kata ibu seraya membuka jilbabku dan memperlihatkan perban yang begitu besar di sisi sebelah kiri kepalaku.
104.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 128 kali sebagai pap kepala di perban
Baca
+Pustaka
Menjadi Ibu Tiri Mantan Kekasihku

Menjadi Ibu Tiri Mantan Kekasihku

Luka di kepalanya pun tampak nyata dengan perban yang masih terpasang di sana. "Memang bukan." Verena menjawab singkat. Ia menghampiri sang sepupu dan mengecek perban di kepala Ashton. "Sudah diganti ya?" gumam wanita itu. Ashton mendongak. "Sudah diganti, sudah beres semua. Aku juga sudah mandi." "Dibantu suster laki-laki itu?" Sudut bibir Verena berkedut, seperti sedang menahan tawa.
10426.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13.7K kali sebagai pap kepala di perban
Tampilkan Ulasan (51)
Baca
+Pustaka
Melli
setelah aku baca baca novel baru kali ini aku setertarik ini baca kisah ini. sampe beli koin terus menerus saking penasarannya.. Bener" bagus banget kaya berasa nonton drama malah ..... Top banget untuk ceritanya. sukabanget
Kiptiyah
masih bingung antara judul sama isinya.. judulnya menjadi ibu tiri mantan kekasihku.. tp jayden disebutkan baru pertama kali menikah.. juga marga felix sama jayden beda hemmm..bikin penasaran..masih baca sampart chap 20..
Baca Semua Ulasan
Dokter Cantik Kesayangan Tuan Muda

Dokter Cantik Kesayangan Tuan Muda

Kemudian Cheryl beralih memeriksa luka bagian tangan, setelah itu dia memeriksa luka di kepala yang masih terbungkus perban. "Apa terasa pusing? Atau mungkin nyeri di sekitar sini." tanya Cheryl sambil membuka perban di kepala lelaki itu. Dia ingin memastikan apakah lukanya sudah mengering atau belum. Laki-laki itu mengangguk pelan. Karena memang ia merasakan nyeri dan juga pusing disaat bersamaan. "Baik. Aku akan mengganti perbannya, biar lukanya tidak terinfeksi.” ucap Cheryl.
9.770.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai pap kepala di perban
Baca
+Pustaka
WANITA SENGSARA YANG DICAMPAKKAN, TERNYATA PEWARIS KAYA

WANITA SENGSARA YANG DICAMPAKKAN, TERNYATA PEWARIS KAYA

cerca Meli sembari mendelikan mata. "Gak ada apa-apa Mbak, aku kan sedang menggendong Griz, jadi aku bukan tertawa sendiri, melainkan bahagia melihat bayi mungil ini," sahut Kirana menyembunyikan hal yang sebenarnya. "Gak usah bohong Lo!" "Iya Mbak, aku benar. Ngomong-ngomong kenapa itu kepala pake perban segala?" Meli meraba perban yang berada di kepalanya itu, lalu ia pun meringis seperti orang yang kesakitan.
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai pap kepala di perban
Baca
+Pustaka
Pesanan Henna Calon Pengantin Suamiku

Pesanan Henna Calon Pengantin Suamiku

Aku pun kemudian meraba bagian belakang kepalaku, ternyata ada perban yang melingkarinya, dan terasa nyeri saat di sentuh. "Sekarang saya sudah siuman, Pak, Bu, lebih baik kita pulang saja, nanti sore kan ada acara kirim doa tujuh harian Bapak. Saya sudah sehat kok," ucapku berusaha terlihat sehat, padahal rasanya kepalaku masihlah amat nyeri.
10175.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.7K kali sebagai pap kepala di perban
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status