Saat Aku Berhenti Kamu Malah Mengejarku
Tanya Sadewa kini memegang lengan Nareswari, sekarang wajah Nareswari sudah seperti suhu di musim kemarau, lengannya terasa hangat Sadewa bisa merasakan itu.
"Se-seperti,"
Nareswari gelagapan.
"Ugh, baik-baik!!!"
"Sadewa aku menyerah, hentikan!"
Nareswari menarik bibirnya, dia berusaha menghela nafas setelah dari tadi menahannya.
"Huh, te-rimakasih, Dewa."
Sadewa tidak percaya apa yang dia dengar, dia seperti baru saja diberi kejutan sebenarnya, darahnya terasa berdesir, bukan Sadewa, tapi Dewa.
Bab Populer