KINASIH
Dia tertawa, mengejek, juga melirik ke arah Rosma yang masih diam di tempatnya.
"Kau pikir, aku terkejut? Haha, sama sekali tidak. Bahkan aku sudah tahu, di mana anak kalian. Bayi yang tak berdosa, yang tega dibuang demi menutupi aib orang tuanya. Bayi yang lahir karena nasfu bejat kau dan perempuan itu. Sekali lagi kukatakan, jangan pernah menyinggung soal harta. Ini semua milikku, Wijaya. Apa kau lupa? Kau datang hanya bermodal tubuh, melamarku dan hidup bergelimang harta dari hasil kerja kerasku. Bodohnya, aku baru tahu jika kau tak lebih dari sekadar PARASIT!"
Mariana bersuara keras, menekankan kalimat terakhirnya yang cukup membuat Rosma mengangkat wajah, tersentak.
Bab Populer