Pudarnya Rasa Cinta
Indra menunduk, “Paman, tante, aku … “
Belum sempat selesai bicara, ibuku yang tak bisa menahan diri lagi, langsung menamparnya.
Indra tidak membalas dan hanya diam membiarkan dirinya dipukul.
Ayahku menahan ibuku yang sudah sangat emosional, lalu menatap Indra.
“Indra, kamu mendapatkan penghargaan bintang kehormatan. Kamu dianggap sebagai pahlawan di negeri ini.”
“Tapi penghargaan itu kamu dapat dengan mengorbankan nyawa putriku!”
“Pergilah sekarang, putriku juga pasti nggak ingin melihatmu.”
“Kamu adalah pembunuh putriku yang sebenarnya!”
Mendengar kata-kata ini, Indra seperti tersadar dari lamunannya dan setetes air mata jatuh dari matanya.