Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
DANYANG

DANYANG

Dayu tersentak karena begitu Naya menyebut nama Danyang, seluruh bunga yang semula terlihat polos san berkilau dengan warna putihnya yang bersih berubah menjadi merah terang seperti darah yang baru saja diteteskan. Mata Dayu terbuka lebar, bukan karena dia ketakutan atau apa, melainkan karena dia tidak bisa menyampaikan keheranannya dengan cara lain. Bunga-bunga yang berguguran itu tidak lagi jatuh ke bawah setelah melayang dengan indah selama beberapa saat, tapi dibawa oleh angin ke atas, membentuk pusaran seperti payung merah yang menutupi langit. Setelah formasi payung merah itu terbentuk, Dayu bisa melihat penampakan-penampa
107.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 234 Beses bilang payung merah
Read
+Library
PELAYAN KESAYANGAN MAFIA PEWARIS

PELAYAN KESAYANGAN MAFIA PEWARIS

Panggung bunga itu sedikit bergetar dan wanita berpakaian merah itu ikut bergerak, tiba-tiba mulai berputar seolah-olah yang ada di bawah kakinya bukanlah panggung bunga yang goyah yang mengapung di atas air, melainkan tanah yang kokoh. Lonceng di pergelangan kakinya berdentang dalam kegelapan, menusuk jauh ke dalam jiwa, berulang kali menyampaikan rasa terima kasih Tuan Xavier,Raihana berpakaian serba merah. Warnanya merah tua murni. Tidak ada perhiasan, tidak ada batu giok, selain untaian lonceng di pergelangan kakinya, dia tidak mengenakan hiasan apa pun di tubuhnya. Angin malam bertiup masuk melalui jendela yang terbuka, mengangkat tirai sutra di ruangan itu, dan juga gaun merah tua itu.
2.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 68 Beses bilang payung merah
Read
+Library
Petaka Lingerie Merah

Petaka Lingerie Merah

Sesayang apa pun kepadanya, kondisiku tengah terjepit saat ini. “Baiklah, baiklah! Lihat saja, kalau Mas membutuhkanku, akan aku balas!” Perempuan berpiyama warna merah itu mengusek kakinya ke ubin beberapa kali. Seperti ayam yang tengah mengais, bedanya ini dengan muka yang kusut masai.
1042.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.2K Beses bilang payung merah
Read
+Library
Agent Bayangan

Agent Bayangan

tanya Denis sambil senyum tipis. “Tentu saja Tuan. Silahkan.” Dengan sigap pembawa acara itu mempersilahkan Denis, lalu memasukkan kartunya ke mesin pembaca. Tak lama setelah itu terdengar suara. *Kling. [Transaksi berhasil! Pembayaran senilai 4.000.000.00 USD. Sukses!] Suara notifikasi dari mesin pembaca terdengar oleh semua orang. “Oww, kalian dengar itu? Dia membayarnya!”
1013.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 518 Beses bilang payung merah
Read
+Library
Atas Nama Pohon Suci

Atas Nama Pohon Suci

(Makanya tidak jadi kaya) Aku hanya manggut-manggut mengetahui informasi ini. Lantas, aku melihat dua orang tukang parkir, Pay dan Kicung, memanjat pagar restoran Timur Tengah lantas berusaha melepas bendera merah putih kusam yang berkibar diterpa angin malam. Sepertinya pemilik restoran lupa melepasnya setelah memperingati hari kemerdekaan, bulan sebelumnya.
105.8K viewsOngoingIdinagdag sa Library 161 Beses bilang payung merah
Read
+Library
Mentari di Balik Awan

Mentari di Balik Awan

Itu adalah sebuah payung lipat kuning yang sudah lusuh. “Hujannya sudah sedikit reda. Saya pamit pulang duluan, Pak,” kata Lian dan mengembangkan payungnya. “Oh, payung itu?” “Ah, terlihat sedikit lusuh, kan? Ini sebenarnya bukan milik saya. Seseorang meminjamkannya pada saya beberapa waktu lalu. Suatu saat harus dikembalikan, makanya payungnya selalu saya bawa. Apa Bapak punya payung? Mau saya antarkan ke mobil?” tawar Lian yang sedikit merasa bersalah karena Awan harus mendengarkan penjelasannya yang tidak perlu. Awan menggeleng. Ia menunjukkan payung hitamnya pada Lian dan setelahnya gadis itu mengangguk.
103.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 111 Beses bilang payung merah
Read
+Library
Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!

Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!

Saat Shanaya hendak pergi, Nyonya Gayatri memanggilnya, "Shanaya, tolong ambilkan amplop merah yang sudah kusiapkan dari ruang kerja di atas." Shanaya mengangguk. "Baik." Keluarga Wiraatmadja selalu memberikan amplop merah tiap malam akhir tahun, dan akan dilakukan sekali lagi pada hari pertama tahun baru. Amplop merah pada akhir tahun adalah uang keberuntungan. Sementara pada hari pertama adalah amplop ucapan Selamat Tahun Baru. Tak ada anggota Keluarga Wiraatmadja yang kekurangan uang, ini hanya untuk simbol keberuntungan.
9.31.4M viewsOngoingIdinagdag sa Library 37.5K Beses bilang payung merah
Ipakita ang mga Review (155)
Read
+Library
Omah TheWarna
Udah baca sampe bab 135, kirain bentar lagi tamat, ternyata sampe bab 731 belum tamat jg .... Tp dari awal aku suka tulisannya, alurnya, gak kayak novel lain yg dikit2 "adegan sex, hub yg kayaknya tuh mustahil ada". Walaupun gak tau jg ke depannya cerita ini bakal ada adegan sex/gak, aku masih terima
Nickie
Numpang promosi ya thor: Ayok yang suka cerita regresi, mistery, membalikkan keadaan+ romance mampir di novelku Judul= Kehidupan Kedua Pangeran Author= Nickie Genre=fantasy Jangan lupa like dan comment ya...makasih
Basahin ang Lahat ng Review
Mawar Merah Di Ujung Penyesalan

Mawar Merah Di Ujung Penyesalan

Di karpet merah, para bintang bersinar terang di bawah kilatan lampu kamera yang tidak henti-hentinya menyambar. Tania mengenakan gaun pesanan khusus yang dibuat dari modifikasi renda antik koleksi keluarga Yudha. Gaunnya menjuntai ke lantai, membuatnya tampak anggun seperti angsa. Dia menggandeng lengan Yudha, berjalan melewati karpet merah dengan tenang.
5.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 162 Beses bilang payung merah
Read
+Library
Gaun Merah Yang Ternoda

Gaun Merah Yang Ternoda

Kesabarannya sudah dia ambang batas. “Aluna, kamu itu di sini adalah Miss gaun merah yang terkenal gajimu melebihi temanmu yang lain. Apa susahnya menerima ajakan tuan Bara. Ini sudah pekerjaanmu. Dua ratus juta, Aluna! Uang yang tidak sedikit. Jarang ada yang mau memberikan uang sebanyak itu,” Mama Chan geram dan melemparkan bolfen ke meja dengan keras sehingga menimbulkan suara. Wanita itu menyandarkan tubuhnya dan memegang keningnya frustasi.
101.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 48 Beses bilang payung merah
Read
+Library
Batu Akik Penakluk Wanita

Batu Akik Penakluk Wanita

Bayu melangkah membawa karung itu masuk ke toko, meninggalkan Adi yang masih memandanginya dengan heran. Sedangkan Tarji tersenyum puas saat semua beras sudah dipindahkan oleh Bayu. “Bagus,” katanya singkat. “Kuat juga kamu.” Ia menyelipkan selembar uang merah ke tangan Bayu. “Ini upahmu hari ini.” Bayu menerima tanpa protes. Seratus ribu rupiah bayaran untuk tenaga yang diperas habis-habisan.
1051.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.0K Beses bilang payung merah
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
10
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status