Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Dendam Kuntilanak Merah

Dendam Kuntilanak Merah

Sedang dari seberang sana, makhluk merah semakin menyeringai, memamerkan gigi taringnya yang runcing bak belati. Empasan angin yang datang dari arah belakang, mendorong tubuh Gadis hingga hampir terjerembap. Untungnya dia masih bisa menguasai diri. Akan tetapi payung milik Ujang yang tadi dipegangnya erat, telah melayang jauh hingga beberapa meter, tergeletak di antara jajaran tumbuhan singkong. "Masuklah, pergi!"
106.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 147 Beses bilang payung merah
Read
+Library
KIPAS MERAH PEMURNI ARWAH

KIPAS MERAH PEMURNI ARWAH

Sora menoleh ke arah pintu dan terpaku saat mendapati Ryou yang sedang masuk ke dalam ruangan dengan menggunakan Hakama (pakaian tradisional jepang) sambil membawa kipas merah yang ia bawa saat memurnikan arwah. “Uwaaw … Keren!!” tanpa sadar Sora berseru dengan pelan namun masih bisa di dengar oleh Ryou membuat dirinya tersipu malu. “Ma-masa, sih?” mendengar ucapan Ryou yang sudah berada di depannya Sora langsung tersadar dari lamunannya dan langsung mengubah pernyataanya “Ah … itu … iya! Bajunya keren!” membuat Ryou tertawa canggung.
2.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 81 Beses bilang payung merah
Read
+Library
Kehidupan Kedua: Nona Ingin Menuntut Balas!

Kehidupan Kedua: Nona Ingin Menuntut Balas!

Ia menatap langit di atas kepalanya. Langit malam kini diselimuti awan gelap, dan di balik awan itu, muncul cahaya merah menyala. Bulan malam ini bukan putih—melainkan merah darah. Angin bertiup kencang, membawa aroma logam dan api. Dalia menatap pemandangan itu lama, hingga bibirnya bergetar. “Bulan merah...” gumamnya. “Pertanda perang besar.”
9.857.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 2.0K Beses bilang payung merah
Ipakita ang mga Review (18)
Read
+Library
nanadvelyns
Halo, semua. Terima kasih Banyak yang sudah mendukung cerita Dalia sampai tamat! Penulis mau ngabarin kalau sekarang sudah ada cerita kolosal terbaru, loh! Judulnya 'Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa'. CUSSS KEPOINN!!(˵͡~͜ʖ͡°˵)ノ⌒♡*:・。.
Lily Dutch
wanita wanita harem ini bikin pusing deh, bisa gak sih mereka idgaf aj. untung dalia sama adipati bukan kaisar, tp aku jujur pengen adipati jadi kaisar juga sih tapi aku gamau klo adipati punya banyak selir
Basahin ang Lahat ng Review
Terlalu Kaya dan Tampan

Terlalu Kaya dan Tampan

Lalu melirik Kevin yang sekarang bagian bahunya mulai basah karena payungnya lebih condong ke arah Nadia. Dia diam tiga detik. Lalu… nyengir kecil (tapi bukan senyum manis, lebih ke senyum “lo kira gue bodoh apa”). “Payung lo mahal banget ya? Burberry kan? 200 juta lebih katanya.” Kevin kaget. “Eh… lo tau?” “G****e, bro.” Nadia nyengir lebih lebar. “Makasih tawarannya, tapi nggak usah. Aku nggak mau nanti lo bilang aku matre gara-gara nerima payung lo.”
1.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 42 Beses bilang payung merah
Read
+Library
TERLAHIR KEMBALI SEBAGAI LEGENDA

TERLAHIR KEMBALI SEBAGAI LEGENDA

Artefak tiada tara, ditambah ilmu pedang yang tak tertandingi. ... Dengan pedang ini, Yoga harus membuat Ketua Utama Negara Serigala ini membayar harganya. Langsung menang dalam pertarungan ini! Dalam sekejap, Pedang Merah meletus dengan keagungan membumbung tinggi ke langit, Ada ribuan ujung yang tajam, hampir menembus seuruh tangit! Segera! Di atas sembilan langit, semua awan merah diwarnai, seolah-olah berlumuran darah!
1044.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.3K Beses bilang payung merah
Read
+Library
Fantarna

Fantarna

Warnarish Merah : Karmin Kromsin Karmin yakin ia tidak terlalu tertarik dengan api. Tapi kenapa tiba-tiba lampu lilin itu menyala padahal ia tidak mau menyalakannya? Kadang tangan dan bajunya tiba-tiba terbakar dan hilang padahal ia belum memadamkannya. Ia juga merasa napasnya seperti bau kebakaran. Karmin yakin warna merah mempunyai banyak arti, tapi bukan selalu kebakaran dan api. Pernah ia merenggangkan kedua tangannya kedepan lalu bola api meluncur begitu saja, untung bola itu mengarah ke danau merah. Ia begitu ketakutan waktu itu. Sikapnya yang selalu ceria dan suka melawak tiba-tiba berubah menjadi anak yang pendiam. Ia lebih suka menyendiri. Teman-temannya mengkhawatirkannya, tapi Kar
104.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 92 Beses bilang payung merah
Read
+Library
Claudia's Gift Shop

Claudia's Gift Shop

Suatu hari yang cerah, di daerah pertokoan Distrik Utara, seorang gadis kecil memandangi sebuah payung berwarna putih dengan ulir berwarna emas yang mengitari sisinya. Dia sangat tertarik dengan payung itu dan berniat membelinya.Namun, harga payung tersebut teramat mahal baginya dan uang yang dimilikinya sekarang tidak cukup untuk membelinya.
104.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 152 Beses bilang payung merah
Read
+Library
Sentuh Aku, Renshu!

Sentuh Aku, Renshu!

​DUM! DUM! DUM! ​Suara tabuhan gendang perang yang menggetarkan dada itu merobek kabut fajar perbatasan selatan. Dari atas tembok pertahanan Benteng Nanzhou yang sedingin es, Liying menatap lurus ke arah lautan manusia yang perlahan menelan cakrawala. Pasukan barisan depan Bojing tiba. Ribuan panji berwarna merah pekat dengan lambang naga Teratai Merah berkibar angkuh di bawah langit mendung, seolah membawa serta aroma kematian yang mencekik udara.
103.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 142 Beses bilang payung merah
Read
+Library
Elmaut Berwajah Merah

Elmaut Berwajah Merah

lanjut perkataan So So. “Nunjiang adalah salah satu kota yang berada di bawah kekuasaan Tayli.” “Dewa Tongkat Merah dan Bu Ceng Kui berpisah dengan kita terserah dengan mereka, karena mereka sendiri yang tahu akan di mulai darimana.” ~ Ke esokan hari, para anggota Topeng Merah berkumpul dan satu perahu sudah di turunkan dari kapal untuk di pakai oleh Thian Sin. Sebelum menaiki perahu, So So memberikan plakat Topeng Merah yang biasa tergantung di pinggangnya terbuat dari tembaga.
1014.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 475 Beses bilang payung merah
Read
+Library
LAWON ABANG (Kafan Merah)

LAWON ABANG (Kafan Merah)

ujar Sunandar. "Ndak cuma Mawar, wanita berkebaya merah juga ikut menampakkan diri. Setiap malam, kabut merah menyebar membuat batuk dan sesak. Setiap ada yang mau keluar dari desa, pasti ada saja halangan." Pak Kardi menimpali.
106.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 242 Beses bilang payung merah
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status