Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sang Pengaman

Sang Pengaman

Rasa ngilu di sekujur tubuh Ato terasa sangat mengganggunya, kemudian Pak Nurdin beranjak dari tempat duduk lalu pergi ke sebuah kamar pribadinya. Hanya selang beberapa menit saja, Pak Nurdin kembali lagi sambil membawa secangkir cairan berwarna merah. "Minumlah ramuan ini!" ucap Pak Nurdin sembari menyodorkan cangkir yang dipegangnya.
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai payung merah
Baca
+Pustaka
My Adorable CEO

My Adorable CEO

Irish pun membayar ongkos taksi dan melangkah menaiki tangga menuju rumah Ayana. Ting tong! Ayana membuka pintunya dan tersenyum manis, mempersilakan Irish masuk ke dalam. Irish melepaskan sepatunya dan matanya menangkap sebuah obyek di samping rak sepatu, sebuah payung berwarna pink. Payung yang sama seperti payungku yang entah dihilangkan kak Alex di mana! batinnya. Irish mengangkat kedua bahunya. "Pabrik payung 'kan memproduksi banyak warna. Kenapa aku jadi mikir yang tidak-tidak," lirih Irish. TO BE CONTINUE
9.814.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 428 kali sebagai payung merah
Baca
+Pustaka
Penguasa Negeri Jin

Penguasa Negeri Jin

Tiga larik asap merah menyambar ke bawah. "Kita serang!" teriak Bayu yang pertama kali melihat datangnya tiga larik asap merah itu. Bintang yang sudah menyaksikan keganasan asap merah serangan Kakek teleng itu segera menghantam lepaskan pukulan Matahari Terik. "Bummm! Bummm! Bummm!"
1032.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai payung merah
Baca
+Pustaka
Sisi Lain Pelakor

Sisi Lain Pelakor

ucapku datar seraya jalan menuju kursi kemudi "Jangan kabur lo!" ucap lelaki berambut panjang itu. "Ya kali gue kabur. Mana bisa lewat!" Segera ku ambil benda persegi panjang berwarna merah.Lagi-lagi warna merah. Kesukaan Om Bagas membuatku selalu membeli barang dengan warna itu. Jika ingat Om Bagas, membuat emosiku naik lagi. Harusnya aku bahagia dengan dia malam ini. Bukan justru sial begini. Nasib-nasib. Kenapa apes begini sih!
109.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 333 kali sebagai payung merah
Baca
+Pustaka
NGAMAR ATAU BAYAR

NGAMAR ATAU BAYAR

Agustina yang kebingungan akan menginap dimana, akhirnya memutuskan untuk menuju ke tempat gym ayahnya dulu. Saat mobil Agustina hendak melewati pertigaan, mobil grand max yang mengikuti nya segera mengambil jalan pintas dan tepat saat mobil Agustina melintas karena lampu lalu lintas di sebelah kanan menyala merah, mobil grand max yang dikendarai oleh dua orang lelaki itu menginjak gas padahal lampu lalu lintas di bagian rute jalannya sedang merah. Akibat nya mobil grand max milik lelaki berbaju hitam itu menabrak mobil Agustina dengan kencang.
3.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai payung merah
Baca
+Pustaka
Terjerat Pria Arogan Setelah Dicampakan

Terjerat Pria Arogan Setelah Dicampakan

tegur Maira. Dia mengangguk kepala lalu melambaikan tangan pada mereka. Ia langsung memakai payung dan melangkah pergi. Suara dering ponsel membuat Hafiz menghentikan langkah. Lalu dia lekas memeriksa ponsel dan melirik Maira. Lelaki tersebut memberikan lima lembar uang merah. "Pegang ini dulu, uang cash saya udah habis. Kalian jalan-jalan aja duluan nanti setelah saya selesai berbincang saya akan menelepon kamu," seru Hafiz.
1012.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 292 kali sebagai payung merah
Baca
+Pustaka
Sang Kekasih Berambut Merah

Sang Kekasih Berambut Merah

' Tanpa berpikir panjang, Maria berdehem dengan tenang dan bertanya dengan bisikan pelan dan lembut, "Apakah kamu—" Lift berdenting seperti harpa dari surga. Semua orang melihat ke atas saat angka tiga puluh tiga menyala merah terang. Pintu terbuka dengan mulus, dan lautan berwarna putih memenuhi pandangan Maria. Dia benar-benar takjub. Melangkah keluar, dia merasa seolah-olah sedang melangkah ke awan putih raksasa yang bersinar.
1.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai payung merah
Baca
+Pustaka
Bukan Bunga Bakung

Bukan Bunga Bakung

urai ibu Diandra. “Menurut cerita para tetua, Nyi Ageng Serang waktu perang melawan penjajah Belanda itu selalu membawa panji Gula-Kelapa, yang konon kemudian menginspirasi bendera Merah-Putih yang kita gunakan setelah merdeka,” tambah pak Pur yang membuat dua anak muda itu tambah terbengong-bengong karena mereka tidak menemukannya dalam buku sejarah yang dipelajarinya di sekolah.
992 DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai payung merah
Baca
+Pustaka
Tinta Merah Takdir yang Terhapus

Tinta Merah Takdir yang Terhapus

Angka itu kecil, stabil. Ia menyalin angka biaya untuk pelayaran biji-bijian yang ia buat kacau. Angka itu besar dan berfluktuasi. Gaun merah darah itu adalah sebuah perisai dan sebuah proklamasi. Ia adalah pengakuan atas perasaannya yang tersembunyi (ketakutan, hasrat untuk melarikan diri), tetapi dikendalikan oleh tindakannya yang paling membosankan.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 127 kali sebagai payung merah
Baca
+Pustaka
PELANGI JIWA

PELANGI JIWA

tanya Rere “ Belum saya bayar dan belum punya tempat lagi untuk jualan,” jawab Juna “ Aku kan sudah bilang, kalau aku tidak ada uang untuk membayar ini,” jawab Rere “ Iya aku juga tahu, aku juga di tagih sama Rian untuk bayar gerobak ini:, kata Juna “ Terus gimana?” tanya Rere kembali “ Aku katakan belum bisa bayar.” Jelas Juna “ Temanmu marah atau tidak?’’ tanya Rere
108.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 331 kali sebagai payung merah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status