Karma Perselingkuhan
Kuhela napas perlahan, lalu kembali ke tempat Anisa berada.
"Ada apa? Abis nerima telpon, kok, wajahnya murung?"
Aku menarik napas dan membuangnya perlahan. "Anaknya Mas Ahmad meninggal, Nis."
"Innalillahi wa inna ilayhi roji'un," ucap Anisa spontan. "Kenapa?"
Aku menarik napas lagi, jujur aku ikut sedih mendengar berita duka ini. "Katanya menderita kelainan hati, sejak lahir, Nis."