Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Rindu Yang Terpendam

Rindu Yang Terpendam

Tulis Ria, namun hingga 30 menit nomor itu tak membalas pesannya. Penasaran siapa orang itu, Ria pun mencoba menghubunginya dan ternyata tanpa menunggu lama sang pemilik nomor langsung menjawab telfonnya. Tanpa membuang-buang waktu Ria pun mengeluarkan semua unek-unek yang ada di hatinya. "Siapa kamu dan apa maumu ? Kenapa menerorku ? Kamu fikir ini lucu ha." Tanya Ria emosi
106.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 128 kali sebagai aura orang pendiam
Baca
+Pustaka
Menikahi Suami Sahabatku

Menikahi Suami Sahabatku

tuturnya dengan suara yang sangat lirih. Pria tampan itu beberapa kali menarik napas gusar, lantas ia mulai membuka lagi suaranya. "Kalau Adolf, nggak tahu kenapa dia jadi pendiam setelah bermain dengan Aurell. Dia juga jadi jarang main sama Austin, bahkan sama Mommy-nya cenderung berjarak." "Aurell?" tanya Azriya.
108.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 239 kali sebagai aura orang pendiam
Baca
+Pustaka
Gairah Liar CEO Nakal

Gairah Liar CEO Nakal

Adam mengerang rendah, suara yang keluar dari tenggorokannya terdengar begitu dalam dan primitif saat ia mencapai batas pertahanannya. Lima menit berlalu dalam ritme yang kian intens hingga akhirnya ia menyentakkan tubuhnya ke depan untuk terakhir kalinya, mengunci posisi mereka di bawah naungan pohon apel itu. Dan Aurora seketika terkesiap, mulai berpikir bagaimana kalau … ia hamil?
4.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 134 kali sebagai aura orang pendiam
Baca
+Pustaka
PURA-PURA TIADA

PURA-PURA TIADA

2. Nana Ninu "Shut... diam!" Ucap orang yang membekap mulut Arin menggunakan sapu tangan. Hal itu terjadi karena Arin terus saja memberontak ingin dilepaskan. "Saya ngga jahat kok!" Ucap orang yang membekap Arin lagi. Arin pun langsung memicingkan matanya untuk melihat orang yang membekap dirinya dari samping. Setelah melihat orang yang membekapnya, Arin langsung terdiam.
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai aura orang pendiam
Baca
+Pustaka
Dibalik Bayang

Dibalik Bayang

tanyanya. Helena Caustaria terdiam sesaat. Tatapannya yang dalam penuh dengan ketidakpercayaan terpoles menutupi kedua sisi kelopak matanya yang keriput, seakan tak ingin meninggalkan Suci Roswita dan cucunya. Mengingat kebersamaan yang kian lama terukir membuatnya enggan untuk pergi. Walau itu mungkin hanya beberapa tahun, namun dia juga tak mampu membendung rindu yang bergejolak di hatinya.
602 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai aura orang pendiam
Baca
+Pustaka
Aku Tak Punya Siapapun Lagi

Aku Tak Punya Siapapun Lagi

Ada dua baris tulisan tangan yang indah di atasnya: [Untuk ibu baptis tercantik, Emma.] [Emma kami tercinta, selalu bahagia dan gembira!] Itu ditandatangani dengan nama putriku dan di sebelahnya ada kata-kata David yang terkesan ceroboh tetapi begitu lembut : [Pai apel yang dipanggang untukmu segera siap, jangan memakannya diam-diam ya.] Aku sudah hampir meninggal dan baru tahu David bisa memasak.
11.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 444 kali sebagai aura orang pendiam
Baca
+Pustaka
Pernikahan Kilat Dosen Killer

Pernikahan Kilat Dosen Killer

Video itu menampilkan seorang wanita muda di ruang isolasi medis. Dari balik kaca, terdengar suara Prof. Reza: > “Subjek ini mengalami peningkatan empati tak terkendali. Kita beri nama proyek ini AURORA, karena ia tidak hanya menyimpan cahaya... tapi juga bayangan.” Wajah wanita itu berbalik ke kamera—dan Naya terdiam. Karena wajah itu... adalah wajahnya.
104.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai aura orang pendiam
Baca
+Pustaka
Matahari yang Ingin Terbenam

Matahari yang Ingin Terbenam

Tanganmu terlalu jauh untuk kugenggam, jadi dapatkah aku kembali? . . . SUASANA SENJA, MASIH DI HARI YANG SAMA. "Arya gilaaaaaa!!! Tadi lu meluk siapa??" Monolog seorang pemuda berseragam SMA dengan raut frustasi yang terlihat jelas di wajahnya. Namanya Raditya Arya Permana, sesosok pemuda bertampang sangar yang tadi menangis sejadi-jadinya di pelukan seorang perempuan yang bahkan ia tak tahu namanya.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai aura orang pendiam
Baca
+Pustaka
Muda dan Liar

Muda dan Liar

"Ketika orang menceritakan betapa hebatnya ‘ia’ , aku mungkin akan bercerita betapa menyebalkannya ‘ia’ dan aku sama sekali tak takut jika ia marah nantinya.” ** Gelang tangan berhiaskan Mutiara itu benar-benar menarik perhatianku sedari tadi. Gelang itu bergerak kesana kemari bersamaan dengan tuts yang harus ditekan oleh Wanita disampingku.
3.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai aura orang pendiam
Baca
+Pustaka
Tamu yang Tak Diundang

Tamu yang Tak Diundang

Pov Surya "Kamu kenapa Rel?" Aku bingung melihat Aurel berlinang air mata membukakan pintu untukku. Dia bilang sakit kepala dan minta dibelikan obat pereda nyeri, makanya dengan cepat segera ke rumahnya setelah pulang kerja, tapi kenapa disambut dengan air mata? Apa sakit kepalanya separah ini? Setahuku dia memang suka vertigo.
1029.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai aura orang pendiam
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status