Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
PENDEKAR MACAN TUTUL

PENDEKAR MACAN TUTUL

“Sekarang, kautelah menjadi seorang pendekar sejati. Karena itu kausudah berhak menyandang gelar Pendekar Macan Tutul. Gelar itu pernah aku gunakan ketika dulu aku masih hidup di jagat persilatan. Hanya saja dulu aku dikenal dengan julukan Pendekar Macan Tutul Jawadwipa.” “Iya, Guru, para Pendekar Penguji tadi siang menyebut gelar Guru itu,” ucap Panji Jagat dengan menatap tanpa berkedip pada wajah gurunya. “Mereka hanya pendekar-pendekar kemarin sore. Mungkin mendengar namaku dari cerita-cerita guru mereka,” ucap Raksa Jagat tanpa bermaksud menyombongkan diri. “Dengarkan baik-baiknasihatku. Ingatlah selalu, jangan pernah berbuat mungkar dan berlaku sombong, karena di atas langit masih ad
8.97.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 243 kali sebagai pedang keadilan
Baca
+Pustaka
Bayang Pedang Cahaya Bulan

Bayang Pedang Cahaya Bulan

Ada celah, ada retakan, ada jurang yang menunggu di bawah, yang kabutnya bergerak seperti napas makhluk purba yang sedang tidur. Duan Wuya bosan. Hal itu terlihat, bukan dari ekspresi, sebab Duan Wuya tidak memiliki ekspresi yang bisa dibaca, melainkan dari gerakan, dari ritme, dari cara pedang standar itu tiba-tiba terasa terlalu ringan, terlalu tidak bermakna, terlalu tidak layak untuk lawan yang sudah ditunggunya selama lima hari. Ia mengeluarkan Pedang Neraka. ---
10802 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai pedang keadilan
Baca
+Pustaka
Misi Legenda Pedang

Misi Legenda Pedang

Saka mendekat ke arah pintu masuk, ”Saya adalah Player Saka, saya ingin memasuki menara ujian. Saka memberi hormat kepada empat penjaga tersebut, mereka semua dibekali dengan senjata pedang dan tombak. Pedang di pinggang dan tombak untuk dipegang dan persis seperti di dunia nyata ketika sebuah kerajaan masih ada. Pedang di pinggang mereka juga terlihat kokoh dan kuat, mereka nampak rapi berbaris dan kini melihat ke arah Saka.
9.929.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 716 kali sebagai pedang keadilan
Baca
+Pustaka
Tinggal Bersama Bos Cantikku

Tinggal Bersama Bos Cantikku

Surya melambaikan tangannya, pedang itu pun berpindah ke tangannya. Pedang Pengadilan adalah pedang besar, yang dirancang untuk digunakan dengan dua tangan. Gagangnya saja panjangnya sekitar 60 sentimeter. Bilahnya sepanjang dua meter, lebih tinggi dari manusia biasa. Gagang pedang itu berwarna perak seluruhnya, dengan teks misterius yang menutupi seluruh permukaannya. Bilahnya juga dihiasi dengan ukiran teks misterius. Di bagian bawah bilah pedang itu, pada kedua sisinya, terdapat relief dua malaikat. Pedang itu samar-samar memancarkan cahaya keemasan dan bobotnya begitu berat.
9.9393.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 11.4K kali sebagai pedang keadilan
Baca
+Pustaka
Pendekar Pedang Dewa

Pendekar Pedang Dewa

Perang besar akhirnya pecah kembali, pertumpahan darah yang sangat mengerikan tidak bisa di hindari. Suara dentingan pedang yang saling beradu serta sebuah teriakan kesakitan dan tangisan semua orang menggema ke semua penjuru negri, sampai-sampai perang itu terjadi selama beberapa dekade. Karena kuatnya kekuatan yang di miliki raja tersebut. Seorang wanita suci memohon kepada para dewa agar semua air mata dan teriakan penderitaan ini bisa berakhir. Seorang pendekar pedang tiba-tiba muncul dan bertarung hebat dengan raja lalim tersebut.
942.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 943 kali sebagai pedang keadilan
Baca
+Pustaka
PUSAKA PEDANG LANGIT

PUSAKA PEDANG LANGIT

Ia langsung berdiri melihat pedang itu tanpa berkedip. Pedang legendaris yang sudah hilang ribuan tahu kini ada di depan matanya. Semua mata yang melihat langsung kagum dengan Zoe. Dalam hitungan menit, secepat cahaya kilat, Zoe langsung bisa memotong pergerakan lawan dan mengacungkan ujung pedangnya tepat di leher musuh. “Aku menyerah,” ucap lawannya yang tahu nyawanya dalam pengampunan. Bisa saja ia mati, tapi Zoe menghentikan pedangnya tepat di leher lawan.
1020.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 742 kali sebagai pedang keadilan
Baca
+Pustaka
Jejak Pedang di Langit

Jejak Pedang di Langit

“Pedang yang kau pilih akan menentukan apakah kau layak menjadi pemilik Jejak Pedang di Langit.” Liang Feng melangkah maju, merasakan gravitasi aneh yang menarik dirinya ke salah satu pedang. Ia tahu ini bukan sekadar ujian kekuatan. Ini adalah ujian jiwa. Ia berjalan di antara pedang-pedang itu, merasakan energi berbeda dari masing-masing. Beberapa terasa dingin, seperti kebencian yang membeku. Beberapa terasa berat, seperti kesedihan yang tak terkatakan. Tapi ada satu pedang, di tengah lingkaran batu, yang memancarkan aura yang berbeda.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai pedang keadilan
Baca
+Pustaka
Pendekar Pedang Gila

Pendekar Pedang Gila

Dia menggeleng pelan, “Bangunlah, Meng Rui! Aku tidak merasa tersinggung sedikit pun.” Meng Rui mengangkat wajahnya ragu, jelas tidak menyangka. "Aku menyukai sikap jujurmu itu," tukas Shen Liang lalu duduk selonjoran sekenanya di samping Meng Rui. Shen Liang lalu melepaskan pedang panjang yang terselip di pinggangnya. Pedang pusaka dengan gagang berhias naga perak. Ia mengulurkan pedang itu pada Meng Rui.
911 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai pedang keadilan
Baca
+Pustaka
Kembalinya Sang Dewa Pedang Tanpa Tanding

Kembalinya Sang Dewa Pedang Tanpa Tanding

Semua orang dapat melihat ini, dan dari aura yang terpancar, sosok kesadaran ini terasa begitu menakutkan meski tampilannya begitu elegan. "De-Dewa Pedang bukankah kamu sudah mati?!" dia tidak bisa berpikir jernih, saat ini dia hanya tahu bahwa kematian akan tiba menjemputnya. "Mati? Aku tidak pernah mati jika kejahatan, dan ketidak adilan masih merajalela di seluruh alam!" Luo Xiang berkata tidak sadar, akan tetapi amarahnya yang memuncak mampu memerintahkan sosok kesadaran diatas tubuhnya itu mulai mengayunkan pedang.
9.9239.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.0K kali sebagai pedang keadilan
Baca
+Pustaka
Legenda Pedang Langit Dan Bumi

Legenda Pedang Langit Dan Bumi

Pedang kayu di tangannya ringan, bahkan terlalu ringan untuk sekadar menggores permukaannya. Namun ia mengerti maksud gurunya. Pedang sejati bukan dilihat dari bahan. Tapi dari kehendak. Liang Feng mengangkat pedangnya perlahan, menarik napas dalam, lalu mengayunkannya dengan satu niat utuh. Suara retakan kecil terdengar. Garis putih samar muncul di permukaan batu, seolah mengakui keberadaan pedang itu.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai pedang keadilan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status