Tumbal Purnama
Namun, di tengah semua itu, Arga tetap menjadi pusat perhatian meskipun ia tidak pernah memintanya.
"Arga, nanti kamu ikut latihan basket, kan?" tanya Rangga, salah satu temannya, saat jam istirahat.
Arga hanya mengangguk sambil menutup bukunya. "Ya, seperti biasa."
"Eh, Arga, minggu depan olimpiade fisika, ya? Kamu pasti menang lagi," sela Nia yang duduk di depan.
"Belum tentu," jawab Arga dingin.
Hot Chapters