Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Terlahir Kembali: Menolak Cinta Putra Bangsawan

Terlahir Kembali: Menolak Cinta Putra Bangsawan

Penutupnya berbunyi: [ Kawan, jangan sia-siakan hari cerah esok. Setiap saat berharga, setiap daun baru bermakna. ] Meski temanya tentang musim semi dan terasa klise, puisinya menggambarkan musim semi dengan pengamatan mendetail dan penggunaan gaya bahasa yang cukup menarik. Ditambah goresan hurufnya yang tegas dan kuat, membuatnya cukup memikat.
9.8252.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 7.1K Beses bilang pembukaan puisi
Ipakita ang mga Review (137)
Read
+Library
durencherry
Suka banget novel ini, pada harus baca deh. Walaupun awalan ceritanya kurang menarik dari tata bahasa terjemahannya, tapi lama kelamaan bahasanya meningkat menjadi lebih baik, dan semakin seru ceritanya, sepertinya ganti penulis terjemahannya? bagus deh. Penulis aslinya pintar, ceritanya masuk akal.
sitiauren24
mkn ksini mkn kasian sm pradipta, dikehidupan lampau sbg Arjuna, dia dikrbnkn oleh klrga nya sendiri, dia mencintai eli tp tdk bisa mengungkapkan dgn bnr krn brbagai trauma, stlh reinkarnasi, dia mlh nyasar ditubuh pradipta, hny bisa mencintai eli tp tak bisa memiliki, smg hppy ending. up tiap hr y
Basahin ang Lahat ng Review
Di Kehidupan Kedua, Nona Shu Yi Akan Menuntut Balas!

Di Kehidupan Kedua, Nona Shu Yi Akan Menuntut Balas!

"Dalam babak kedua, dewan juri menyediakan tiga kartu berisi kata. Peserta harus membuat puisi pendek dengan kata tersebut. Siapa yang paling cepat dan dalam maknanya, jadi pemenang." Kartu pertama dibuka. Kata sungai tertulis di sana. Begitu kata itu ditunjukkan, Shu Yi segera mengucap puisinya. [Sungai mengalir tak kenal lelah. Seperti hidup yang mengarunginya] Dewan juri mengangguk-angguk dan sepakat bahwa karyanya layak dipilih. Dengan demikian, dia dapat satu poin. Kartu selanjutnya dibuka. Kata Damai tertera jelas.
1026.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 652 Beses bilang pembukaan puisi
Read
+Library
Terjerat Cinta Terlarang di Ruang Konsultasi

Terjerat Cinta Terlarang di Ruang Konsultasi

lanjut pembawa acara dengan nada penuh semangat. Anak-anak melangkah ke atas panggung dengan langkah percaya diri. Yang paling depan adalah anak kecil yang baru saja berbicara dengan Revan, dia mengangkat kepala dengan bangga sambil memegang naskah puisi. Musik lembut mulai mengalir, dan dia mulai membacakan puisi tentang harapan dan impian masa depan.
101.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 34 Beses bilang pembukaan puisi
Read
+Library
Kupinang Mantan Istriku

Kupinang Mantan Istriku

"Buka sembilan, buka penuh itu apa ya? Apa jalan melahirkan ada pintunya?" Beruntung karena Najma dan Andre juga belum memahami istilah dalam dunia melahirkan. Sehingga mereka ikut menatap Habibi tak sabar. Habibi terkikik sebentar, sebelum kembali bersikap biasa karena tiga pasang mata tengah memperhatikannya lekat. "Bukaan atau pembukaan maksudnya itu, leher rahim ibu hamil terbuka per sentimeter, dari satu sampai sepuluh atau penuh. Fungsinya ya untuk jalur lahir si bayi."
1044.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.2K Beses bilang pembukaan puisi
Ipakita ang mga Review (15)
Read
+Library
Ziza Ziz S
asikk cerita nya.. permulaan nya bikin kesel ama watak umi + abi + pameran utama..masing² selfish kasihan ayudia.. byk pengajaran yg bisa jd dukungan dlm cerita ini... sesungguhnya Allah SWT tidak akan membebankan hambanya sesuai dengan kudratnya sendiri....
Ainun Putri
sudah ada beberapa novel kubaca, alur ceritanya sama. hanya saja, para author nya mengemas kisahnya dengan alur sedikit berbeda-beda. Di mana suami istri berpisah dan si istri nikah lagi kemudian suami keduanya meninggal lalu kembali rujuk dengan suami pertama. menurutku ceritanya bagus.
Basahin ang Lahat ng Review
Penguasa hati

Penguasa hati

Kuberdoa setiap malam Menemui Sang Penguasa alam Memohon satu hal yang kudamba Kuminta namaku tertulis dalam jalan takdirmu Bukan hanya sebagai pemeran figuran Hanya lewat dalam kehidupanmu yang keras Atau sang antagonis Sering kali menyakiti perasaanmu yang lembut Namun, sebagai cahaya yang menerangi hatimu Dan menjadi penguasa di dalamnya Senyum merekah di bibir berwarna merah muda tanpa lapisan lipstick itu. Ia segra menyambar gawainya. Mahesa Kamu bisa nulis puisi? Wibi Sebenarnya tidak, tapi entah, tiba-tiba bisa. Mungkin karena cinta, manusia papah sepertiku pun akhirnya menjadi seorang pujangga.
103.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 74 Beses bilang pembukaan puisi
Read
+Library
TULPA

TULPA

Aku menoleh menatap ke arah rangkaian kalimat yang ditujukan Rai kepadaku. "Bukan, Rai. Aku sendiri ga tau siapa yang nulis. Menurut kamu gimana? Kok aku ngerasa ada yang ngeganjel ya di puisi itu?" ujarku memberitahukan salah satu keganjilan yang selama ini mengganggu pikiranku. Puisi aneh yang kutemukan beberapa hari yang lalu. Rai terlihat mengerutkan dahinya. Dia bertopang dagu seraya menatap serius bait-bait puisi itu.
106.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 142 Beses bilang pembukaan puisi
Read
+Library
Mengandung Bayi Presdir Dingin

Mengandung Bayi Presdir Dingin

Arisa mulai berbicara dengan penuh semangat, "Bunga pagi dan matahari terbenam. Jika kita berbicara tentang bunga, ada bunga pagi, bunga matahari, dan bunga teratai - ini semua adalah bunga yang mekar di pagi hari dan menutup di malam hari." Ira, merapikan rambutnya, menambahkan, "Tema episode ini adalah puisi, jadi bunga ini harus mencerminkan citra yang sesuai dengan petunjuk-petunjuk tersebut." Kemudian, dia tersenyum pada Christopher. "Guru Chris, sebagai wakil presiden Asosiasi Puisi Ibu Kota, ini seharusnya menjadi keahlian Anda. Ada pendapat?"
3.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 121 Beses bilang pembukaan puisi
Read
+Library
Hidup Kembali di Zaman Kuno

Hidup Kembali di Zaman Kuno

Guru: "Sastra bukan sekedar untaian kata. Ia adalah cermin jiwa dan perjalanan zaman. Nah, siapa di antara kalian yang dapat menjelaskan makna bait pertama ini?" Seisi kelas diam, hingga Raka mengangkat tangan dan mulai berbicara dengan lancar. Raka: "Puisi ini bukan sekedar mengisahkan keberanian, tapi juga pengorbanan. Seorang pemimpin sejati bukan hanya menggenggam pedang, tapi juga berpikir jauh ke depan. Seperti pepatah, 'Mata pena lebih tajam dari mata pedang.'"
1012.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 261 Beses bilang pembukaan puisi
Read
+Library
Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Lalu ia menarik napas panjang, meletakkan tangannya di dada, dan mulai mendeklamasikan: > “Kamu seperti nasi hangat Di pagi yang belum sempat Aku lapar, kamu kenyang Hatiku tenang, dompetku senang.” Tari mengerjap, lalu menutup mulutnya sendiri. Tapi ia tak bisa menahan lebih lama. Tawanya pecah begitu saja. “Apa itu?” katanya di antara tawa. “Apa-apaan itu?” Radit tersenyum bangga. “Itu puisi. Judulnya Sarapan Perasaan. Masih ada bait kedua kalau kamu kuat.”
1011.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 252 Beses bilang pembukaan puisi
Read
+Library
PURA PURA JADIAN

PURA PURA JADIAN

katanya dengan wajah penuh percaya diri, seakan dia baru saja memenangkan Oscar untuk kategori 'Puisi Terbaik'. Aku menatapnya dengan tatapan bingung, lalu mengangkat alis. "Puisi? Kamu serius?" "Serius," jawabnya sambil duduk di sampingku, membuka kertas itu dengan penuh semangat. Reyhan mulai membaca puisi itu dengan suara dramatis yang bikin aku hampir tertawa. "Dengarkan ini, ya!" Dia mulai membaca dengan ekspresi yang penuh penghayatan, seperti sedang membacakan puisi di depan juri lomba puisi tingkat internasional.
1.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 30 Beses bilang pembukaan puisi
Read
+Library
PREV
1234567
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status