Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
JODOH TAK TEPAT WAKTU

JODOH TAK TEPAT WAKTU

Saat itu, tatapan Fahri memang tak lepas dari sosok Adel dihadapannya, namun anehnya pikiran lelaki itu justru penuh dengan kecemasan akan keadaan wanita lain. Dia Rindu... Perlahan tangan Fahri bergerak mengambil sesuatu di dalam laci kamarnya. Dia mengeluarkan sebuah jurnal dari laci di mana di dalamnya terdapat beberapa buah puisi hasil karyanya sendiri. Fahri membuka halaman pertama dan langsung menemukan sebuah puisi berjudul SAUDADE. Lelaki itu pun membacanya sejenak. Saudade... Dalam kesunyian ini, hatiku menangis, merintih, menahan pedih...
1020.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 639 kali sebagai pembukaan puisi
Baca
+Pustaka
The Time Replayers

The Time Replayers

Tidak ketinggalan Presiden Keluarga Mahasiswa ITB dan jajarannya juga ikut hadir sejak subuh. Dalam acara apel pagi yang berlangsung di lapangan sipil, aku diberi tugas membacakan puisi yang kubuat di depan seluruh peserta. Puisi yang sehari sebelumnya telah kutunjukkan kepada ketua panitia OSKM, orang yang dulu menjadi sahabat baikku. Aku sangat yakin bahwa ia pasti akan mengizinkanku membacakannya di depan khalayak, karena aku tahu respeknya kepada para aktivis, terutama aktivis-aktivis junior. Aku naik ke panggung dan memandang ribuan mahasiswa baru yang menatap ke arahku. Kuambil pengeras suara dan mulai membacakan puisiku yang berjudul “Mahasiswa”.
106.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 146 kali sebagai pembukaan puisi
Baca
+Pustaka
Pelayan Cantik Tuan Arogan

Pelayan Cantik Tuan Arogan

Gian terpaku, mulutnya terbuka setengah, seperti tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi. 'Yah, ....terbang. harusnya jangan sekarang. huh ....nggak bisa di ajak kompromi nih angin, aku bahkan belum hafal dengan puisi itu" Afie menahan tawa, “Lihat, mungkin angin dan langit juga tidak siap mendengarkan puisi darimu Mas. Emang kapan Mas menulis puisinya.” ""Sebelum ke sini yang, itu curahan semua isi hati dan perasaanku padamu yang"
101.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai pembukaan puisi
Baca
+Pustaka
Dewa perang jadi Pengawal Pribadi CEO

Dewa perang jadi Pengawal Pribadi CEO

Tentu saja, si pencerita duduk di atas panggung dan membacakan puisi pembuka. "Pohon tetaplah sebuah pohon, tidak ada pilihan apa pun. Meski mengubah kertas hitam menjadi putih atau dari kertas putih menjadi hitam ...." Puisi pembuka ini, Xavier telah mendengarnya di dunia asalnya. Baris terakhir kalimatnya adalah, "Pada dasarnya semua orang adalah sama, apa ada yang ingin menjadi dewa?"
8.9175.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.0K kali sebagai pembukaan puisi
Baca
+Pustaka
Mas Dosen, I Love You

Mas Dosen, I Love You

"Selamat pagi, teman-teman. Hari ini kita lanjut ke materi analisis puisi. Rani, lo siap buat presentasi?" Rani langsung merasa seluruh tubuhnya kaku. "Gila, gue belum siap sama sekali!" pikirnya sambil nyumputin buku di bawah meja. Pak Ardi langsung maju ke depan dan mulai ngajar dengan santai. “Oke, sekarang kita bahas puisi yang akan jadi tugas lo. Tema puisi ini tuh tentang cinta, tapi cara lo menjelaskan perasaan dalam puisi ini harus bener-bener jujur.”
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai pembukaan puisi
Baca
+Pustaka
DIARY SKIZO

DIARY SKIZO

Tanpa kubaca isinya, aku penasaran mengenai titi mangsanya. Kuscrool sampai bawah, tak ada titi mangsa. Di sana hanya tertulis, Gadisku Beraroma Dupa - Ida Ayu Ambarukmi. Siapa itu? Apa Mas Ichsan juga memiliki kehidupan lain di dunia maya? Cepat-cepat kukembalikan kursor ke atas, berniat membaca postingan itu. Sebuah puisi berbentuk paragraf dengan kalimat lugas dan minim majas. Kaff pernah bilang, yang seperti itu namanya senandika.
106.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 226 kali sebagai pembukaan puisi
Baca
+Pustaka
Playboy Kampus

Playboy Kampus

Pada kegiatan gelar sastra itu mereka akan mengadakan acara pembacaan puisi. Mata Beryl berkeliling di antara sekian banyak mahasiswa. Dia berusaha mencari tempat yang yang luang. Beberapa penyair kenamaaan Jawa Timur dan sekitarnya sudah hadir dan siap untuk membacakan lembar-lembar puisinya.
109.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 245 kali sebagai pembukaan puisi
Baca
+Pustaka
RELATIOXIC RULES

RELATIOXIC RULES

Bu Markonah adalah guru Bahasa Indonesia yang mengajar di kelas XI B yang membawakan materi tentang puisi. “Anak-anak, hari ini kita akan belajar tentang puisi. Ada yang sudah tahu definisi puisi? Puisi adalah sebuah karya sastra yang gaya bahasanya sangat ditentukan oleh irama, rima, serta penyusunan setiap larik dan kata-katanya yang sangat diperhatikan,” kata Bu Markonah Seluruh siswa menyimak dan mencatat penjelasan Bu Markonah, tetapi Alexa malah sibuk mengecek ponselnya berulang kali. Danish masih belum menunjukkan batang hidungnya sama sekali.
107.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 191 kali sebagai pembukaan puisi
Baca
+Pustaka
Demi Anak Suamiku, Kurela Jadi yang Kedua

Demi Anak Suamiku, Kurela Jadi yang Kedua

Fungsi puisi satir memang sebuah puisi yang bermakna sindiran. Sebagai sosok penulis yang sudah handal dan juga seorang penyair, tentunya Nyiur bisa memahami dengan lugas dan bisa mengartikan majas-majas yang terkandung itu meskipun hal tersebut juga tidak terlalu mudah dipahami oleh orang-orang yang tidak terbiasa dalam perkara puisi. Mereka ingin menghibur Nyiur, tetapi sekarang sedang ingin sendiri dulu. Hiburan seseorang itu juga tidak sama, terkadang kesendirian adalah bagian dari hiburan seseorang.
103.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai pembukaan puisi
Baca
+Pustaka
Misi sang Pembuka Gerbang

Misi sang Pembuka Gerbang

ujar Gorfen menutup mata, melepaskan kedua tangan yang dia lipat. “Kenapa kau muncul dalam dimensiku! Siapa yang mengijinkanmu masuk?! Bukan!” ujar Gorfen membuka mata kesal. “Tapi siapa yang mengundangmu ke sini hah?!” tanyanya melotot ke arah kiri. “Wah galak sekali,” ujar seseorang tersenyum di sebelah Gorfen, atau lebih tepatnya, menyeringai.
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai pembukaan puisi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status