Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Meminjam Benih Kakak Ipar

Meminjam Benih Kakak Ipar

Ia hendak mengabaikannya, tetapi suaranya membuatnya berhenti. “Agra! Nak, bisa tolong bantu panggilkan Deana? Aku membeli kurma muda, katanya bagus untuk program kehamilan.” Suara Carla menghilang di balik pintu dapur. Agra menoleh ke pintu kamar Deana yang letaknya berada di bawah tangga. Menarik napas panjang, kemudian berbalik menuju pintu itu. Ia hanya berdiri di sana selama beberapa saat dengan wajah datar sebelum mengetuknya dua kali.
823 viewsOngoingAdded to Library 18 Times as pemecah kacang
Read
+Library
Benih Dao Kekacauan

Benih Dao Kekacauan

Kemudian dia melemparkan satu botol giok kepadanya dan berkata, "Obat penawar untuk menghilangkan efek samping Pil Peledak adalah harga yang cukup dengan apa yang aku ambil dari mayat Wei You." "Obat penawar?" Xia Qing'er segera membuka botol giok pemberian Ye Chen untuk melihatnya dan seketika itu juga dia menjadi bodoh. Tak lama kemudian dia kembali melihat ke arah Ye Chen dengan marah dan mulai berteriak, "Obat penawar apa? Bukankah ini hanya dua Pil Vitalitas?" "Itu memang Pil Vitalitas," Ye Chen membenarkan dan kemudian melihatnya sambil tersenyum.
103.6K viewsOngoingAdded to Library 119 Times as pemecah kacang
Read
+Library
UNTAMED (Tak Tertaklukkan)

UNTAMED (Tak Tertaklukkan)

"Ini juga, rendemnya kurang lama. Makanya masih keras." Clara mengambil sedikit sambal kacang. Setelah mencicipi ia mengorek-oreknya. "Tebakan gue bener. Kacangnya pasti gosong karena lo goreng pake api gede. Makanya jadi pahit." Desy lalu mengambil kerupuk dan langsung mengomentarinya. "Minyaknya pasti kurang banyak waktu menggorengnya. Makanya sebagian mekar, tapi sebagian lagi belum kena minyak."
109.0K viewsOngoingAdded to Library 360 Times as pemecah kacang
Read
+Library
Jatuh di Pelukan CEO Dingin

Jatuh di Pelukan CEO Dingin

ujar Kai menjelaskan. Kaivan mengerutkan alis. “Kenapa tidak boleh makan kacang?” tanya Kaivan penasaran. Kai bicara sambil mewarnai. “Kai alergi cama kacang, campe macuk rumah cakit, itu ga enak. Badan Kai, gatel. Teyus maca Kai dicuruh muntah-muntah.” Kaivan terkejut, kenapa bisa sama dengannya?
1062.5K viewsCompletedAdded to Library 2.2K Times as pemecah kacang
Read
+Library
Suami Perkasa

Suami Perkasa

Bukan pindah tempat—kursinya diseret pelan. “Makan ini dulu camilan.” Sebuah toples besar didorong ke arah Edgar. Kacang mede. Warnanya pucat. setelah dipegang Teksturnya tampak… lembap. “Nenek bikin sendiri?” tanya Edgar hati-hati. “Beli,” jawab Nenek Tasya bangga. “ini kacang mede mahal.” Edgar, dengan sopan santun level cucu idaman, mengambil satu dan menggigit.
109.3K viewsOngoingAdded to Library 316 Times as pemecah kacang
Read
+Library
Menikah Dengan Paman Tunanganku

Menikah Dengan Paman Tunanganku

“Dulu aku tidak bisa memecahkan kacang kenari, dan kau selalu menggodaku karena itu.” Melihat Anatasya tetap diam, ia melirik pengawalnya. Pengawal itu segera mengeluarkan sebuah kotak kecil, membukanya, lalu meletakkannya di atas meja. Adelar terus memecahkan kacang kenari dengan tangannya. Setiap retakan terdengar bersih dan presisi. Tenaganya terukur dengan sempurna. Cangkang pecah, tetapi isi kenari tetap utuh tanpa hancur.
9.8K viewsOngoingAdded to Library 244 Times as pemecah kacang
Read
+Library
Surga Semalam

Surga Semalam

Dia harus tegas. "Oke, Ibu." Julian memegang mangkuk besar di tangan mungilnya. Dia membalikkan mangkuk itu. Dua kacang meluncur keluar dari mangkuk besar itu ke lantai. "Ibu, aku sudah memisahkan kacang-kacangnya. Ada dua jenis kacang, satu kacang kedelai dan satu kacang hijau!" .!!!" Bola mata Windy hampir keluar.
1053.0K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as pemecah kacang
Read
+Library
Pembalasan Sang Dokter Jenius

Pembalasan Sang Dokter Jenius

Ia berjalan menuju sebuah lemari kayu tua di sudut ruangan, membukanya, dan mengambil sebuah bungkusan kain hitam. “Pusaka bocah itu adalah Semar Mesem, sebuah pusaka agung yang berfokus pada pengasihan dan perlindungan. Tapi sepertinya, pusaka itu telah terikat dengan warisan Wahyu Kencana, membuatnya menjadi senjata yang mampu menghancurkan kegelapan.”
1021.2K viewsCompletedAdded to Library 423 Times as pemecah kacang
Read
+Library
Cermin Malapetaka

Cermin Malapetaka

Ia mulai menyentuhnya dengan sedikit keraguan. Pak tani melihat-lihat kotak itu dengan cermat. Di cek nya semua sisi kotak dengan teliti. Semua sisinya dipenuhi dengan ukiran yang memukau. Terdapat sebuah gembok yang mengunci kotak itu. Namun dilihat-lihat tidak ada kunci yang menempel di kotak tersebut. “Bagaimana kita dapat membukanya, kotak tergembok dan tidak ada kuncinya” kata pak tani.
103.4K viewsOngoingAdded to Library 130 Times as pemecah kacang
Read
+Library
Dua Sisi

Dua Sisi

"Ini kecap manisnya pakai yang merk ini aja. Kecap ini dibuat dari kacang kedelai hitam dan dirawat seperti anak sendiri. Rasanya-" "Nama kacang kedelainya Malika ya Bang? Hahhahaha... Adek kemarin ada lihat iklannya di televisi. Enak ya, Bang? Kalau Abang udah bilang enak, pasti enak. Abang kan maha tau segala selain Allah subhanawaa'taala." Anak Dewa tertawa gemas sambil mengacak-acak rambut Embun. Cukup sudah! "Embun, kamu ikut dengan Abang saja ke kantor. Biar Bik Popon saja yang berbelanja dengan si Anak Dewa Kodok ini. Dia kan maha tau segala. Ayo, ikut Abang!"
1030.1K viewsCompletedAdded to Library 932 Times as pemecah kacang
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status